Waduh, Kata GMBI Kejaksaan Lemah Syahwat

11.732 dibaca

Sukabumi, Buanaindonesia.com – Ribuan massa yg tergabung dalam wadah Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jabar dan DKI Jakarta, kembali melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Kejaksaan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kamis (21/1).

Kali ini aksi ribuan massa GMBI berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jakarta Bogor, Subang, Bandung Barat, Bandung Timur dan Bekasi.

Advertisement

Mereka menilai kejaksaan Cibadak dinilai tidak serius dalam penanganan kasus korupsi yang ada yang jelas jelas merugikan uang negara. Banyak dari kasus korupsi itu hingga sekarang  belum dilakukan penahanan para tersangka. Menurut mereka mestinya kasus-kasus korupsi, seperti dugaan kasus kuota haji , alat kesehatan (alkes) RSUD Sekarwangi dan kasus lahan Tenjojaya sudah berlangsung bertahun-tahun segera tuntas.

“karena itu, kami sengaja datang kesini lagi, yakni mempertanyakan kemajuan penanganan dugaan kasus korupsi tersebut “ujar sekjen GMBI Bembi Yulinsah

Menurut Bembi banyak ketidakjelasan tahapan penanganan kasus korupsi yg ditangani kejaksaan. Pihaknya mendesak agar semua tersangka terduga korupsi secepatnya di kandangkan.

“sekarang mau nunggu apa lagi. Kejaksaan pun sudah menetapkan da mengumumkan para tersangka” katanya.

“harusnya seperti yang ditegaskan kami itu, tahapan sekarang aparat kejaksaan sudah menetapkan dan menahan para tersangka” katanya.

Lanjut dia, saat ini penanganan dugaan kasus korupsi terkesan pasif dan jalan ditempat.

“kami pun sangat mencurigai ada apa-apa dibalik lambatnya penanganan dugaan kasus korupsi tersebut” katanya.

Alasan massa GMBI melakukan aksi protes kejaksaan, karena lemah sahwatnya aparat dalam menangani kasus korupsi.

“Terus terang kami sangat kecewa dengan usaha penangan yg dilakukan kejaksaan. Hingga saat ini tidak ada hasil yang jelas, “katanya.

Editor : M.I