Warga Dari 4 Desa Menolak Keras Pembangunan Gardu Induk PLN

21.139 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMEDANG – Sebanyak 4 Desa warga terdampak rencana pembangunan gardu induk PLN memasang spanduk ukuran raksasa di lokasi pembangunan gardu induk, mereka secara keras menolak karena lahan yang akan dibuat gardu induk PLN merupakan lahan serapan air tanah dan sumber air bersih untuk 4 desa. Yang paling parah sumber air bersih yang  biasa digunakan untuk keperluan warga serta mengairi 100 Ha lahan persawahan yang berlokasi  berada dekat dengan lahan Gardu Induk PLN debit airnya sudah menurun sangat drastis sesudah tanah diratakan dengan alat berat.

” Kami seluruh warga terdampak pembangunan Gardu Induk PLN secara tegas menolak adanya Gardu Induk PLN di lokasi ini, karena merusak sumber air bersih yang menyangkut hajat hidup orang banyak,lahan persawahan seluas 100 Ha yang berada di Bojong Jati dan Jatihurip sekarang terancam gagal panen.” Ucap Hendar salah satu warga terdampak.Rabu 3 Juli 2019.

Advertisement

Lebih lanjut Hendar mengatakan kami sebagai warga sudah berulangkali mengadu kepada Kepala Desa Cikole dan Camat Cimalaka namun semuanya hanya diam.

” Sekarang para warga sepakat akan mengadakan audensi dengan Bupati Sumedang serta mengadu kepada Presiden” tegas Hendar.

Sementara itu Iwan warga terdampak lainnya mengatakan, bahwa kami selama ini tidak pernah menerima sosialisasi akan adanya Pembangunan Gardu Induk PLN.

” Tahu – tahu sudah ada ijin untuk membangun, apabila sumber air bersih yang sekarang berada di lokasi pembangunan tidak diselamatkan bagaimana dengan nasib kami yang mengandalkan mata pencaharian dari bertani” tutupnya.

                                                                 TOTO