Warga Terdampak Bendungan Leuwi Keris akan Kembali Geruduk Jakarta

17.262 dibaca
Aksi unjuk rasa warga terdampak Bendungan Leuwi Keris di depan Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu (BUANA INDONESIA NETWORK/Dwi Friastoto)


BUANAINDONESIA.CO.ID, TASIKMALAYA – Warga terdampak mega proyek bendungan Leuwi Keris akan kembali mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta untuk menuntut keadilan.

Hal itu dipicu karena tidak ada kesamaan uang ganti rugi, warga terdampak di wilayah Kabupaten Ciamis Rp 151 ribu per meter persegi, sedangkan warga Kabupaten Tasikmalaya hanya Rp 61 ribu per meter persegi. Padahal NJOP Kabupaten Tasikmalaya jauh lebih besar. Lokasi Bendungan Leuwi Keris sendiri berada di perbatasan antara Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Tasikmalaya.

Advertisement

Koordinator Warga Terdampak Bendungan Leuwi Keris, Hery Feriyanto mengatakan, meski telah dua kali melayangkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, namun tuntutan warga Desa Ancol, Kecamatan Cineam Kabupaten Tasikmalaya belum juga direspon oleh pemerintah pusat.

“Perjuangan tidak akan berhenti. Rencananya pada akhir bulan ini warga Desa ancol Kecamatan Cineam akan berangkat lagi ke Jakarta mendatangi Kementerian PUPR minta kejelasan,” tegasnya kepada Buana Indonesia Network, Rabu, 11 April 2018.

Tak hanya itu, agar tuntutan segera dipenuhi, Hery pun sempat memimpin dua kali aksi unjuk rasa dengan ratusan warga di depan Istana Negara Jakarta beberapa waktu lalu.

Warga juga akan mempertanyakan kembali perihal berita acara yang dibuat di Kantor BBWS yang diduga di tandatangani oleh massa bayaran yang mengaku warga terdampak yang seolah tidak mempermasalahkan dan menganggap selesai terkait uang ganti rugi.

“Kami ingin ada kejelasan, supaya semuanya menjadi terang benderang serta adanya sebuah keadilan. Dan kami berharap kepada para petinggi negeri ini mendengar keluhan dan rintihan kami semua. Tolong perhatikan nasib kami semua dan pemerintah harus segera mengambil langkah solutif agar kemelut ini bisa beres atau ada solusinya,” harap Hery.