PALEMBANG, buanaindonesia.com– Lima (5) kamar VIP serta 8 tempat tidur kelas 1 di Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar Erba) yang disiapkan untuk calon legislatif mengalami gangguan mental akibat pertarungan politik pemilu 9 april 2014 mendatang masih belum ada yang menempati Hal itu dikatakan oleh M Rusdi Kawilarang Wakil Direktur RS Erba. Jumat (7/3) pukul 07.00 WIB. Hari ini ketika dikonfirmasi melalui telephonenya.
Dia mengatakan menyiapkan kamar itu hanya untuk antisipasi saja, pasalnya tidak menutup kemungkinan akibat pertarungan politik yang kita lihat sekarang ini, pikiran, harta benda banyak terkuras didaerah pemilihan (dapil) ternyata setelah sekian lama dirusak dengan permainan uang dan ini bisa menimbulkan depresi.
“Kamar yang disiapkan oleh Rumah sakit Ernaldi Bahar sampai sekarang belum ditempati oleh para caleg,”ujarnya.
Dalam sudut pandang Syawaluddin, Pengamat Sosiologi Universitas Raden Fatah Palembang dalam diskusi politik Wani piro di kantor Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) Sumsel, Jalan K.Anwar Sastro, kamis(6/3) kemarin. Dia mengatakan politik Wani piro ini ciri khas orang Indonesia.
Hal ini bisa meracuni demokrasi dan akan merusak mental-mental caleg dilapangan, tidak menutup kemungkinan usai pileg nanti banyak caleg yang stress. Apalagi mereka yang telah mengeluarkan uang hingga miliaran rupiah Khususnya mereka yang tidak siap mental dan tidak mengukur kemampuan keuangan. Sosialisasi kampanye yang menghabiskan dana besar dan tekanan sosial menjadi penyebab utamanya.
“Politik wanipiro mengancam caleg-caleg yang potensial tetapi minim dana, yang jor-joran dana yang sumber dana yang dari ngutang kalau impian tidak sampai bisa stres”ujarnya. (Ward)







