Menteri Pariwisata Puji Kesiapan Palembang Sambut GMT

8.669 dilihat

JAKARTA, Buanaindonesia.com- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Arief Yahya, memberikan pujian kepada sejumlah daerah, termasuk Palembang, Sumatera Selatan yang telah siap menyambut fenomena alam langka, Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Indonesia.

 AY, sapaan akrab Menteri Pariwisata menuturkan, bahwa ada tiga daerah yang serius menyiapkan acara menyambut GMT 2016, yakni Palu di Sulawesi Tengah, Bangka Belitung, dan Palembang, Sumsel.

Advertisement

“Palu nomor satu. Kemudian Bangka Belitung, dan Palembang perigkat ketiga,” ucapnya.

Menurutnya, tiga daerah itu serius menyiapkan acara menyambut GMT 2016 di Indonesia.

Arif menjelaskan bahwa GMT 2016 punya peluang besar mendatangkan wisatawan domestik dan turis asing untuk melihat fenomena alam langka tersebut. Adapun GMT akan terjadi di negeri ini di 12 provinsi pada 9 Maret mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, banyak wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Palembang untuk menyaksikan GMT tersebut.

“Mereka telah memesan hotel untuk melihat kejadian alam di Palembang tersebut. Wisatawan asing itu antara lain berasal dari Australia, Jepang dan Belanda,” sebut Irene.

Untuk mempersiapkan kedatangan wisawatan tersebut, Disbudpar Sumsel akan menyiapkan tempat khusus bagi masyarakat yang ingin menyaksikan gerhana matahari, yang hanya terjadi puluhan bahkan seratus tahun sekali tersebut.

Irene mengatakan, pihaknya telah memilih beberapa lokasi yang cukup strategis untuk menyaksikan GMT. Tempat itu diantaranya Jembatan Ampera Palembang yang lokasinya cukup strategis, karena tinggi dan luas dan lantai atas Hotel Aryaduta. Ia pun berharap, GMT bisa menjadi daya tarik tersendiri dan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan ke Palembang.

Berlangsungnya GMT di Indonesia memiliki waktu yang berbeda-beda. Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaludin mengatakan, untuk Indonesia Barat dan Timur waktu menyaksikan gerhana akan berbeda.

“Gerhana matahari total di bagian timur Indonesia akan berlangsung sekitar tiga menit sekitar pukul 09.00 waktu setempat, sedangkan di bagian barat akan berlangsung sekitar dua menit pukul 07.30 WIB,” kata Thomas (Wardoyo-Rel)

Advertisement