
BANYUASIN, Buanaindonesia Pembangunan RUKO (Rumah Toko) disepanjang jalan Palembang-Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatra Selatan yang saat ini ramai bemunculan ternyata selain berdampak positip terhadap kemajuan daerah yaitu meningkatkan pendapatan daerah dari sector pajak namun dapat pula berdampak negative seperti banjir dan genangan-genangan air apabila pembangunannya tidak memperhatikan analisa dampak lingkungan.
Salah satu tokoh masyarakat Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin yang punya usaha cucian motor terletak di depan simpang koramil , pada media ini beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa penyebab untama rumahnya selalu kebanjiran adalah akibat pembangunan-pembangunan Ruko yang tidak memperhatikan saluran air.
“dahulu tempat kami ini sebelum ada ruko disimpang koramil itu tidak pernah mengalami banjir, Namun setelah ada Ruko, disaat hujan lebat datang tempat kami ini selalu langganan banjir, Walaupun hanya sebentar karna banjirnya cepat surut, namun ketinggian air bisa mencapai setengah meteran, bahkan kami pernah ngalami kebanjiran hingga hampir satu meter.”keluhnya
Yang lebih menjengkelkan, sambungnya jangankan membangun saluran air untuk cucuran air hujannya sendiri yang ada malah justru saluran air yang semula besar justru saat ini dipersempit, sehingga saluran air itu tidak sanggup membendung derasnya air disaat hujan turun, akibatnya luapan air itu lari kehalaman rumahnya yang letaknya lebih rendah dari lokasi ruko itu” itulah makanya tempat kami ini selalu langanan banjir “cetus Dia
Kami berharap kepada pemerintah Kabupaten Banyuasin khususnya intansi terkait untuk memperhatikan nasib kami “kami berharap didepan tempat kami ini agar dibangun saluran air menuju sungai gasing agar air yang meluap dari sebrang sana bisa masuk dan langsung mengalir” pintanya
Selain itu juga lanjut dia dirinya berharap kepada pemerintah khususnya yang terkait mengeluarkan izin agar sebelum mengeluarkan izin setiap ruko itu diwajibkan membuat saluran paret sendiri terlebih dahulu agar genangan-genangan air disepanjang jalan yang terjadi selama ini kedepan tidak ada lagi.
Terkait hal ini Sekretaris Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin Endri Yusron saat dimintai komentar diruang kerjanya jum’at (04/11/11) membenarkan bahwa sebagia penyebab dari banjir dan genangan-genangan air yang terjadi selama ini oleh akibat dari pembangunan-pembangunan roko yang tidak memperhatikan analisis dampak lingkungan seperti tidak diperhatikannya saluran air “ruko-ruko yang ada selama ini memang kebanyakan tidak memperhatikan saluran air seperti untuk saluran cucuran air hujannya”
Untuk mencegah dampak seperti banjir maupun genangan-genangan air yang selama ini terjadi di sepanjang Palembang Sekayu maupun Palembang Jambi, “Kami juga berharap kedepan pembangunan-pembangunan ruko harus diwajibkan mumbuat saluran air sendiri terlebih dulu sebelum Badan Perizinan menerbitkan izin dan itu diharapkan masuk didalam syarat penerbitan izin” pungkas Dia (bi)







