Pengadaan Mobdin Mewah Pemkab Banyuasin di Pertanyakan

8.209 dilihat

BANYUASIN, Buanaindonesia.com- beberapa tokoh masyarakat Banyuasin mempertanyakan kinerja Pemerintah dan DPRD Banyuasin serta meminta ketegasan kinerja penegak hukum demi kesejahteraan bagi masyarakat seutuhnya dalam Kabupaten Banyuasin.

Salah satu pemuka masyarakat Banyuasin (22/9), Syamsuri H Anang  mengatakan bahwa kinerja pemerintahan dan Dewan Perwakilan Rakyat Banyuasin dianggap tidak memihak pada kesejahteraan rakyatnya. Beliau mempertanyakan kondisi kehidupan masyarakat banyuasin yang saat ini masih dilanda kemiskinan, mengapa tega para pejabatnya justru berpoya-poya dengan menikmati mobil dinas yang selalu mewah.

Lebih lanjut Syamsuri mengatakan, saat ini Pemerintah dan DPRD Banyuasin harusnya lebih fokus dengan banyaknya  proyek untuk kepentingan masyarakat yang dianggap gagal dan molor, namun alangkah teganya jutru melakukan pengadaan mobdin yang tergolong mewah. Sementara Pembangunan jalan, jembatan serta PDAM yang terdapat di Betung sudah lebih 5 tahun dianggarkan hingga puluhan Milyar Rupiah hingga saat ini airnya belum mengalir.
Mungkin dalam waktu dekat kata Syamsuri, pihaknya akan melayangkan surat atau mungkin berupaya menghadap pimpinan Dewan untuk mempertanyakan masalah itu. Dan yang lebih penting kepada pihak penegak hukum yang ada di Banyuasin seperti dari Kepolisian dan Kejaksaan Negeri di Pangkalan Balai diminta untuk lebih jeli untuk menyikapi program pemerintah yang dianggap tidak memihak untuk kepentingan masyarakat. Selain itu Syamsuri meminta agar penegak hukum jangan turut larut kedalam birokrasi yang dapat menyesatkan jabatan atau institusinya, ujar mantan wakil rakyat ini dengan nada lantang.
Dengan bendera Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) sekaligus sebagai putra daerah asli Banyuasin, Syamsuri berniat akan menguraikan realisasi kinerja pemerintah banyuasin sejak menjadi kabupaten definitif, namun kapan saatnya, Syamsuri berjanji nanti akan menghubungi kembali. Sehingga masyarakat Banyuasin jangan terus menerus terbuai dengan janji mesra yang tak kunjung pembuktiannya.
“Saya masih ingat ketika masih duduk dikursi dewan sekitar hampir 5 tahun lalu sudah pernah bicara masalah proyek pengadaan air bersih di kecamatan betung yang konon sempat dianggarkan lebih Rp.30 milyar, namun kebohongan yang direalisasikan, kemudian pada tahun anggaran 2011 ini dikabarkan dianggarkan lagi Dana lebih Rp.20 milyar pun tampaknya juga akan sia-sia lagi”, imbuhnya. (pan)
Advertisement