Ponpes Aulia Cendekia Latih Ustaz dan Ustazah Menulis untuk Media

2.313 dibaca
Muhamad Nasir, Dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan strata doktor di Universitas Negeri Jakarta

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Pondok pesantren (Ponpes) Aulia Cendekia menyelenggarakan pelatihan menulis bagi para ustaz dan ustazah yang menjadi pendidik di Ponpes. Ponpes tersebut beralamat Talang Jambe, Palembang. Pelatihan menulis yang diselenggarakan pada akhir pekan tersebut, Ahad 17 September 2017   diikuti 30 orang ustaz dan ustazah.

“Pelatihan menulis bagi ustaz dan ustazah Ponpes Aulia Cendekia bertujuan untuk memberikan kemampuan menulis bagi para pendidik. Kami ingin para pendidiknya bukan hanya mampu menyampaikan ilmunya secara lisan,” kata Hendra Zainudin pimpinan Ponpes Aulia Cendekia, Ahad (17/9).

Hendra Zainudin menjelaskan, pelatihan akan berlangsung dengan dua kali pertemuan, pertemuan kedua pada Ahad, 24 September 2017.

“Usai mengikuti pelatihan menulis pada tahap awal kami harapkan para ustaz dan ustazah bisa menyampaikan dakwah melalui tulisan, mereka sudah mampu menyampaikan dakwah secara lisan, ke depan mereka juga memiliki kemampuan dakwah secara tulisan atau dakwah bil qalam,” ujarnya.

Pada pelatihan dengan tema “Penulisan Cepat dan Benar,” menghadirkan nara sumber dua orang wartawan senior, Maspril Aries dari Harian Republika  dan Muhamad Nasir staf pengajar Universitas PGRI Palembang yang juga wartawan Harian Sinar Harapan.

Materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut diantaranya tentang Dakwah Melalui Tulisan, Proses Kreatif & Kiat Menulis, Menulis di Media Massa, Praktek Menulis  & Bahasa Indonesia dalam Artikel/Opini, Mengenal Citizen Journalism/ Jurnalisme Warga, Kebijaksanaan Redaksional Media Massa, Menulis dan Rambu-Rambu Hukum serta  Praktek Menulis.

Menurut Maspril Aries dalam materi pelatihan “Dakwah Melalui Tulisan,” dakwah selama ini lebih identik dengan ceramah, khotbah dan tablig. Ceramah, khotbah dan tablig disampaikan dengan bahasa lisan. Atau  disebut dakwah bil lisan. Namun ada satu metode dakwah yang kurang akrab dan dikenal luas di tengah masyarakat yakni dakwah bil kitabah atau secara tulisan.

“Dakwah bil kitabah memang kalah populer dibandingkan dakwah bil lisan.  Dakwah bil kitabah atau dakwah melalui tulisan juga sering diidentikan dengan dakwah bil qalam atau dakwah menggunakan pena. Kata “Qalam” merujuk kepada firman Allah SWT Alquran Surat Al-Qalam ayat pertama yang artinya Nun, perhatikanlah Al-Qalam dan apa yang dituliskannya,” ujar Maspri Aries.

Sementara itu menurut Muhamad Nasir pelatihan dilaksanakan dengan model teori dan praktek. “Usai materi pada pertemuan pertama, peserta langsung mendapat tugas menulis opini atau artikel. Kemudian pada pertemuan kedua, peserta langsung menulis di dalam kelas dan langsung dilakukan evaluasi. Dari model pelatihan seperti ini kami harapkan ada lahir lima sampai 10 penulis yang serius menekuni dunia kepenulisan,” ujar dosen yang tengah menyelesaikan pendidikan strata doktor di Universitas Negeri Jakarta.