
OGAN ILIR, buanaindonesia.com- merupakan sentral pengerajin di Sumatera Selatan, karena di bumi caram seguguk ini tersebar tidak kurang dari 70ribu usaha kecil yang masih memerlukan pembinaan dan bantuan.
Demikian dikatakan Ir.Tapip Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM OI kepada buanaindonesia.com (27/11/13) “ puluhan ribu usaha kecil yang sifatnya usaha rumah tangga ini mayoritas menunggu uluran tangan pemerintah baik mengenai pembinaan maupun permodalan,”
Diterangkan Tapip, dalam hal pembinaan pihaknya selalu melakukan pembinaan,” kami selalu memberikan pembinaan dengan turun langsung kepada pengrajin, memberikan masukan terhadap pengrajin melalui tangan-tangan pelatih yang kita miliki, yang memang memiliki keterampilan dan terlatih dibidang tersebut dan sudah beberapa kali melakukan study banding ke daerah luar, Ilmu yang kita peroleh diluar inilah dicoba untuk diterapkan kepada pengrajin atau pengusaha rumahan yang ada di daerah Kabupaten OI,”
“Sementara untuk bidang permodalan, biasanya kita melakukan kerjasama dengan pihak ketiga misalnya Bank BNI, Mandiri dan perusahaan perusahaan yang ada di Kabupaten OI sebagai bapak angkat untuk menyalurkan bantuannya kepada pengusaha atau pengrajin kita”terangnya.
Namun menurut Tapip pengembangan usaha ini sering kali menemui kendala, pada pola atau tradisi masyarakatnya, namun pihaknya terus melakukan pendekatan kepada pengrajin,”Namun terkadang tak jarang kami menemui kendala, karena tersandung dengan pola atau tradisi yang mereka miliki, susah merubahnya”,ujar Tapip.
“Dengan dirubahnya pola atau tradisi yang ada, bertujuan agar hasilnya lebih maksimal, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan nilai jual dari hasil produksi”.
Dicontohkan Tapip, dari 70ribu usaha kecil di OI yang mayoritas menggunakan modal sendiri, misalnya usaha rumah tangga atau pengrajin kecil kerupuk kemplang, keripik pisang, keripik tempe dan makanan ringan lainnya. Biasanya usaha ini sifatnya timbul tenggelam tergantung ramai tidaknya pangsa pasar atau permintaan.
Hal inilah lanjut Tapip, yang perlu diperhatikan, pengrajin yang usahanya timbul tenggelam karena tersendatnya permodalan. Disini kami terus menghimbau kepada perusahaan yang ada di Kabupaten OI agar peduli terhadap penguasaha atau pengrajin kecil termasuk usaha rumahan yang sangat memerlukan sentuhan bantuan. (Mie)






