Rencana Kenaikan dan Kelangkaan BBM, Resahkan Angkot dan Ojek

9.589 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia– Kelangkaan bahan bakar minyak di kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan cenderung kian parah, bahkan setiap hari dalam beberapa jam terjadi kekosongan BBM dan  antrian panjang kendaraan di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.

Pantauan media ini (07/3), hampir seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada dalam wilayah Muba, mulai dari dalam kota Sekayu sampai dengan jalan lintas timur Sungai Lilin-Bayung Lencir selalu terjadi kekosongan minyak dan macet akibat antrian panjang pembelian BBM, memadati jalan sepanjang 500 meter bahkan kiloan meter hingga berjam-jam lamanya menunggu pasokan BBM berikutnya.

Advertisement

Tak hanya itu, isu bakal adanya kenaikan tarif BBM membuat para pengemudi dan ojek di kota Sekayu mengaku resah, “Saat ini saja penumpang sudah sepi apalagi kalau BBM-nya naik. Pasti para calon penumpang akan semakin banyak yang beralih dengan menggunakan kendaraan pribadi,” ungkap Anto salah satu ojek dalam kota Sekayu saat dimintai komentarnya (7/03).

lebih lanjut Anto mengatakan, saat ini saja tarif ojek sebesar Rp. 3ribu sampai Rp. 4ribu dengan jarak tempuh 1-1,5 km masih membuat kami sepi dari penumpang, apalagi jika BBM naik, maka secara otomatis penumpang merasa terbebani dan kemungkinan besar masyarakat cenderung akan menggunakan kendaraan pribadi seperti sepeda motor untuk aktifitasnya sehari-hari, keluh Anto

Senada diungkapkan salah satu sopir Angkutan Pedesaan jurusan Betung – Sungai Lilin, Mul (30) warga Betung kecamatan Banyuasin, setiap hari dia harus mengeluarkan uang Rp100 ribu untuk setoran kepada pemilik mobil. Sedangkan, dalam sehari paling hanya bisa jalan sebanyak 2 rit dengan pendapatan per ritnya antara Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Untuk perjalanan 1 rit, dirinya menggunakan sekitar 10 liter bensin.

ia mengaku terkadang hanya bisa membawa uang kerumah sebesar Rp. 15ribu sampai 20ribu  dan terkadang malah mengalami ketekoran, “sekarang saja saya sudah merasakan sulitnya mengais rezeki dengan mencari penumpang pak, apalagi nanti setelah adanya kenaikan tarif BBM, wah nggak bisa dibayangkan gimana nasib kami selaku sopir angkot dan sopir pedesaan” keluh Mul.

Terkait hal itu, Isman salah satu pengawas SPBU 24.307.158 yang berada didalam wilayah kota Sekayu saat dikonfirmasi mengatakan untuk saat ini SPBU nya mengalami kekurangan stok BBM, sehingga puluhan kendaraan bahkan ratusan kendaraan mulai dari motor sampai dengan mobil mengalami antrian panjang demi mendapatkan BBM,”setiap harinya kami hanya mendapat BBM baik solar maupun premium sebanyak 16ribu, untuk menutupi keurangan dan mengantisipasi antrian panjang seperti ini setidaknya kami harus mendapat pasokan baik solar maupun premium sebanyak 26ribu”, ungkap Isman

Lebih lanjut Isman mengatakan, terkait isu kenaikan tarif  BBM, pihaknya tidak mempersoalkan hal itu, yang terpenting ia meminta kepada pihak pertamina untuk dapat menambah stok BBM di SPBU tempat ia bekerja, sehingga dapat melayani permintaan konsumen secara merata tanpa adanya antrian panjang yang mengakibatkan kemacetan dan rawan keributan, harap Isman. (bi)

Advertisement