
BANYUASIN, buanaindonesia.com- Para anggota organisasi masyarakat di Banyuasin merasa tersakiti dengan pernyataan Ketua Karang Taruna Banyuasin, M Roni Utama yang mengklaim organisasi yang dipimpinnya adalah ‘anak kandung’ bupati dan lebih spesial dibanding Organisasi Masyarakat (ormas) kepemudaan lain yang ada di Banyuasin.
Hal tersebut dikatakan Ketua PASKIBRAKA Banyuasin Salinan, ” seharusnya ungkapan seperti itu kurang pantas dilontarkan oleh seorang Ketua Karang Taruna, Apalagi Seperti saat pelantikan Karang Taruna resmi seperti tadi, yang hadir tidak hanya anggota karang taruna saja, tapi ada pihak undangan lain,”katanya.
“Apa karena Karang Taruna dilantik langsung oleh bupati yang membuatnya lebih dari organisasi lain,”tanyanya.
Bupati Banyuasin Kritik Pernyataan “anak Kandung” Ketua Karang Taruna
Pernyataan ‘Anak Kandung’ yang diucapkan M Roni Utama Ketua Karang Taruna mendapat kritikan langsung dari Bupati Kabupaten Banyuasin Yan Anton Ferdian saat memberikan sambutan pada pelantikan Ketua Karang Taruna 2013-2018.
Menurutnya, Karang Taruna mesti melakukan fungsinya secara profesional untuk melakukan kerja sosial dan memberikan masukan kepada pemerintah dalam melakukan pembangunan di Banyuasin, “Saya yakin Karang Taruna tidak besar kepala, yang namanya Anak Kandung bukan berarti tidak bisa mandiri, Contohlah kepengurusan Karang Taruna sebelumnya, meski banyak kekurangan, mampu memberikan banyak prestasi,” katanya.
Diharapkannya, Karang Taruna yang dalam masa Kepemimpinan M. Roni Utama harus solid dengan Kader, karena tanpa ada dukungan tidak mungkin adanya prestasi, “Kita tidak boleh pesimis harus optimis memandang kedepan, karena Pemkab Banyuasin siap seiring sejalan,”
Yan anton Ferdian menegaskan, berikan tantangan kepada Karang Taruna Kabupaten Banyuasin, agar dapat memberikan masukan yang baik, serta adanya konsep pembangunan di segala aspek, dan juga dapat memberikan inspirasi pembangunan kepada pemerintahan banyuasin.” Membenahi bidang- bidang baik dalam program dinas – dinas, ide tersebut bukan muncul ide dari bupati,bahkan bukan ide dari instansi terkait, ide tersebut harus muncul dari pemuda pemudi anak bangsa,guna kemajuan bersama,”terangnya.
“Setiap organisasi baik kepemudan bahkan ormas, dipandangan sama di mata pemerintah, karena pembangunan dimulai dari segala aspek baik kemasyarakatan, kepemudan bahkan individu,”tandasnya.(cr*)







