Salinan : Karang Taruna Jangan Besar Kepala

13.167 dilihat
logo Karang Taruna
logo Karang Taruna

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Para  anggota  organisasi masyarakat di Banyuasin merasa tersakiti dengan pernyataan Ketua Karang Taruna Banyuasin, M Roni Utama  yang mengklaim organisasi yang dipimpinnya adalah ‘anak kandung’ bupati dan lebih spesial dibanding Organisasi Masyarakat (ormas) kepemudaan lain yang ada di Banyuasin.

Hal tersebut dikatakan Ketua PASKIBRAKA Banyuasin Salinan, ” seharusnya ungkapan seperti itu kurang pantas dilontarkan oleh seorang Ketua Karang Taruna, Apalagi Seperti saat pelantikan Karang Taruna resmi seperti tadi, yang hadir tidak hanya anggota karang taruna saja, tapi ada pihak undangan lain,”katanya.

Advertisement

“Apa karena Karang Taruna dilantik langsung oleh bupati yang membuatnya lebih dari organisasi lain,”tanyanya.

Bupati Banyuasin Kritik Pernyataan “anak Kandung” Ketua Karang Taruna

Pernyataan ‘Anak Kandung’ yang diucapkan M Roni Utama Ketua Karang Taruna  mendapat kritikan  langsung dari Bupati Kabupaten Banyuasin Yan Anton Ferdian saat memberikan  sambutan pada pelantikan Ketua Karang Taruna 2013-2018.

Menurutnya, Karang Taruna mesti melakukan fungsinya secara profesional untuk melakukan kerja sosial dan memberikan masukan kepada pemerintah dalam melakukan pembangunan di Banyuasin, “Saya yakin Karang Taruna tidak besar kepala, yang namanya  Anak Kandung bukan berarti tidak bisa mandiri, Contohlah kepengurusan Karang Taruna sebelumnya, meski banyak kekurangan,  mampu memberikan banyak prestasi,” katanya.

Diharapkannya, Karang Taruna yang dalam masa Kepemimpinan M. Roni Utama harus solid dengan Kader, karena tanpa ada dukungan tidak mungkin adanya  prestasi, “Kita tidak boleh pesimis harus optimis memandang kedepan, karena Pemkab Banyuasin  siap seiring sejalan,”

Yan anton Ferdian menegaskan, berikan tantangan kepada Karang Taruna Kabupaten Banyuasin, agar dapat  memberikan masukan yang baik, serta  adanya  konsep pembangunan di segala aspek, dan juga dapat  memberikan inspirasi pembangunan kepada pemerintahan banyuasin.” Membenahi bidang- bidang baik dalam  program dinas – dinas, ide tersebut  bukan muncul ide dari bupati,bahkan bukan ide dari instansi terkait, ide tersebut harus muncul dari pemuda pemudi anak bangsa,guna kemajuan bersama,”terangnya.

“Setiap organisasi baik kepemudan bahkan ormas, dipandangan sama di mata pemerintah, karena pembangunan dimulai dari segala aspek baik kemasyarakatan, kepemudan bahkan individu,”tandasnya.(cr*)

Advertisement
BAGIKAN
Berita sebelumyaAskolani Bantu Petani
Berita berikutnyaBank BTPN Bungkam