Sekda Banyuasin Segera Panggil Pejabat PLHD dan Kadis Jarang Ngantor

8.967 dilihat

BANYUASIN, Buana Indonesia– Sekretaris Daera Kabupaten Banyuasin Ir H Firmansyah akan segera memanggil oknum pejabat Pemantau Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Banyuasin Yang ada dikantor Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin berinisian Em

Pasalnya Em  diduga telah menghalang-halangi tugas dari wartawan saat akan mengambil keterangan mengenai hasil sidak yang mereka lakukan terhadap Perusahaan Minuman Panther dan sejauh mana Dokumennya “secepatnya kita akan panggil dan akan kita mintai keterangannya, agar keterangannya tidak sepihak saja” ucap Firman saat ditemuai para awak media diruang kerjannya selasa (23/10/2012)

Advertisement

Firman menerangkan, bahwa selain Em pihaknya juga akan memanggil seluruh kepala Dinas yang diduga jarang ngantor seperti halnya kepala Dinas PU Cipta Karya.

Pemagilan itu kata Firman, akan sesegera mungkin dilakukan agar permasalahan tidak berlarut-larut,  namun demikian dirinya akan berkordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo “sebab itu mekanismennya” lanjut Firman

Masih Menurut Firman sebenarnya dalam aturan, bahwa para wartawan yang hendak meminta keterangan terhadap pejabat  dilingkup Kabupaten Banyuasin harus  terlebih dahulu berkordinasi dengan Kominfo “Kominfo nanti yang menghubungkan dengan pejabat yang berwenang untuk menjawabya”  jelasnya

Dikatakan Firman, bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk memberikan teguran dan surat peringatan  kalau memang ada kesalahan dari pihak bawahannya

Terpisah, Ketua LSM-PPB Banyuasin, Mulyadi mengatakan pihaknya siap dibawa kemana saja masalah insiden yang dialami wartawan tersebut. Termasuk Kepala Dinas PUCK yang jarang ngantor itu, sebab selama ini bukan hanya pihak LSM saja yang kesulitan untuk berbincang dengan Kepala Dinas itu, ” jangankan untuk berbincang bertemu saja tidak pernah”, ujarnya.

Mul menambahkan , wajar saja kalau Kepala Dinas PUCK Pemkab Banyuasin itu enggan ditemui, karena di Dinas itu banyak persoalan proyek yang amburadul. Mulyadi mencontohkan seperti proyek pengadaan air bersih misalnya yang terdapat di Desa Lubuk Saung maupun yang di Betung.

Jika dengan wartawan saja berusaha menghindar untuk dikonfirmasi apalagi dengan LSM, tentu lebih ketakutan. dan tidak pantas sebenarnya seorang pejabat berperilaku seperti itu,seperti halnya menghalang-halangi tugas wartawan .

Mulyadi meminta  kepada Bupati. Banyuasin H Amiruddin Inoed untuk bersikap tegas termasuk memberi sanksi berat kepada oknum pejabat yang akan melemahkan kinerjanya, sebab jika dibiarkan akan membuat kinerja Pemkab ini menjadi membururadul, padahal  kerja keuangan Pemkab Banyuasin ini konon katanya menyandang Wajar Tanpa Perkecualian(WTP) tetapi ternyata ada masih pejabatnya yang jarang ada dikantor dan saat dikonfirmasi bersikap arogan.

Permasalahan seperti  ini tidak bisa dibiarkan kata Mulyadi, sebab kita ini masyarakat Banyuasin asli, jadi kalau pejabat yang melaksanakan tugas di Banyuasin jarang ngantor berarti akan membuat hati masyarakat disakiti,

apalagi ada seorang yang menjabat Kepala Bidang juga yang sampai berani menghalangi tugas wartawan, sementara data yang diminta itu tidak termasuk merupakan ada rahasianya, itu dampak dari pimpinan kantor yang jarang ada ditempat, terus pemerintahan banyuasin ini kedepan mau bagaimana, tanyanya dengan nada emosi.

Lebih lanjut Mulyadi menegaskan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya berencana akan mengajak seluruh awak media untuk melakukan pemantauan langsung  kekantot-kantor dan ke Dinas-dinas yang ada di Kabupaten Banyuasin.

“ silahkan rekan-rekan wartawan untuk mengiringi saya untuk melakukan cros-cek disetiap kantor dinas,  pungkasnya

Sekedar mengingatkan bahwa  ada oknum Pejabat Pemantau lingkungan Daerah Kabupaten Banyuasin yang diduga menghalang-halangi tugas dari jurnalistinya

Akibat insiden itu para awak media tidak memperoleh data yang dibutuhkan untuk menginformasikan kemasyarakat. (mbi)

Advertisement