Subaidah Tewas Diserang Ribuan  Tawon

10.598 dilihat

IMG_20131218_174619OGAN ILIR, buanaindonesia.com- Malang  nian nasib Subaidah (90) Buyut 9 Cicit. Warga Dusun III Desa Tanjung Pinang I Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) harus tewas dengan cara menggenaskan karena diserang ribuan Tawon.

Menurut Cerita Amin (56) anak bungsu Subaidah, Ibunya pada hari Selasa pukul 09.00 pagi pergi kehutan yang tidak jauh dari didesanya, tepatnya di belakang pemakaman  umum dan lapangan bola kaki desa Tanjung Pinang, yang berjarak tidak kurang dari 1 km dari kediamannya dengan bermaksud mencari buah Karimunting.

Advertisement

Masih cerita Amin, hal ini sudah biasa dilakukan ibunya atau nenek 20 cucu ini, sehingga bagi keluarga yang lain tidak mempermasalahkan almarhumah untuk mencari buah ke hutan.

Lanjut Amin, tapi kali ini tidak seperti biasanya, karena pada Selasa sekitar pukul 15.00 wib belum juga pulang, kekhawatiran menghinggapi Amin sekeluarga akhirnya diputuskan untuk mencari ke hutan yang ada di belakang desa Tanjung Pinang dimana beliau sering mencari buah Karimunting.

Suasana semangkin gelap, belum ada tanda tanda akan ditemukan, dengan dibantu masyarakat baik masyarakat Desa Tanjung Pinang I, II bahkan desa Limbangjaya juga ikut membantu hingga sampai malam hari.

Usaha tidak hanya sampai disitu, dengan meminta beberapa paranormal juga beberapa orang pawang, akhirnya Rabu pagi dimulai pencarian kembali di sekitar lokasi yang sama.

Berkat usaha yang gigih akhirnya Rabu (18/12) pukul 10.00 siang berhasil ditemukan dengan posisi mayat Subaidah  tengkurap dibawah pohon Akasiah yang saat itu seluruh tubuhnya masih dikerumuni alias digerogoti  Tawon berbisa berwarna kuning yang masih asyik menggigiti tubuh korban, bahkan warga yang akan mengangkat mayat Subaidah juga sempat mendapat gigitan dari Tawon ( Taboan Bumi ) yang mematikan tersebut.

Saat disinggung keberadaan korban disaat saat terakhir kepergiannya, menurut Amin anak bungsunya ini, tidak ada firasat atau tanda tanda yang ganjil, kalau mengenai seringnya orang tuanya kehutan, menurut Amin itu memang sudah menjadi kebiasaan ibunya sering masuk hutan untuk mencari buah Karimunting (mie)

Advertisement