Disbudpar Sumsel “Gandeng“ Poltekpar Palembang Sosialisasi WHTA 2016

11.790 dibaca
Poltekpar Palembang, Sosialisasi WHTA 2016. Foto : Humas

BUANAINSUMSEL, PALEMBANG- Ratusan mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang mengajak para pengunjung Kambang Iwak (KI) Park untuk Vote Indonesia yang masuk dalam nominasi World Halal Tourism Awards (WHTA) yang dilaksanakan pada 7 Desember mendatang.    

Ketua Senat Poltekpar Palembang, Bayu W Pratama mengatakan sebanyak 150 mahasiswa Poltekpar mensosialisasikan vote Indonesia pada Wisata Halal.

Advertisement

Ia menyebutkan, ada 12 Wisata Halal di Indonesia yang masuk nominasi. Adalah Garuda Indonesia kategori World Best Airline for Halal Travellers, World Best Airport for Halal Travellers Sultan Iskandar Muda International Airport, World’s Best Family Friendly Hotel The Arga dana Hotel Kuta Bali, World Most Luxury Hotel Bandung, World Best Halal Beach Resort Novotel Lombok Resort and Villas, World Best Halal Tiur Operator Ero Tour Padang, World Best Halal Tourism Websitewww.wonderfullomboksumbawa.com , World Best Halal Honeymoon Destination Lembah Sembalun Region Lombok, World’s Best Hajj and Umrah Operator ESQ Travel Jakarta, World Best Halal Destination West Sumatra, World Best Halal Culinary Destination West Sumatra, World Best HalalCultural Destination Aceh.

“Di tahap pertama pada 6 November kemarin ke 12 wisata halal tersebut masuk 5 besar dan di posisi pertama dari masing-masing kategori hanya Garuda Indonesia dan Sultan Iskandar Muda International Airport sebagai Halal Travellers,” kata Bayu saat ditemui di KI Palembang.

Untuk itu, lanjut Bayu sebagai mahasiswa Poltekpar Palembang juga ikut membantu dalam bentuk sosialisasi mengajak masyarakat untuk vote di http://bit.ly/VOTEIndonesia di tahap kedua dari 14-24 November mendatang yang kembali akan diumumkan pada 7 Desember di Dubai.

“Kita berharap pada tahap kedua ini naik menjadi yang pertama semua (12 kategori),” tambahnya.     Selain mensosialisasikan di tempat umum, Bayu menginformasikan seminggu ke depan akan mendatangi kampus dan SMA di kota Palembang. Meskipun di Sumsel belum masuk dalam nominasi, namun tetap didukung oleh masyarakat di Sumsel.

“Wisata halal sendiri adalah destinasi wisata yang memenuhi kriteria, misalnya kalau hotel halal itu tidak ada minuman keras, tidak menerima tamu yang bukan muhrim dan lain sebagainya. Di Palembang ada beberapa tempat misalnya AirPort yang menunjang aksesnya sarana dan prasarana misalnya disediakannya tempat shalat namun AirPort juga harus memberikan informasi waktu salat.

“Kampung Arab rencananya masuk dalam kategori kampung halal dan mudah-mudahan tahun depan bisa masuk dalam nominasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Bahan Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Untung Sarwono menambahkan, agar 12 nominasi wisata halal di tanah air menjadi juara dunia, memang dibutuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan dalam menghadapi kompetisi tersebut.

“Jadi lewat kegiatan sosialisasi WHTA 2016 ini juga sekaligus mengajak masyarakat agar memberikan suaranya agar Indonesia bisa menang,” ungkap Untung.

Selain itu, masih ditambahkan dia, untuk membantu dalam melakukan hal tersebut juga memang diperlukan bantuan dari media massa. Dengan begitu, dirinya berharap lewat sosialisasi WHTA ini, kerja keras pemerintah Indonesia dapat membuahkan hasil dengan meraih juara pada ajang bergengsi ini.

“Jika wisata Indonesia menang, nama pariwisata Indonesia akan semakin dikenal dunia internasional. Dan semoga saja, kedepannya wisata-wisata yang ada di Provinsi Sumsel dapat masuk juga dalam nominasi-nominasi dalam ajang WHTA,” pungkasnya (Rel)

Bagaimana Menurut Anda?