BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA– Suasana perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) setiap Jumat kini terlihat berbeda. Ruang-ruang kerja yang biasanya dipenuhi aktivitas aparatur sipil negara (ASN) tampak lebih lengang. Banyak lampu dimatikan, pendingin ruangan tidak lagi menyala di setiap ruangan, begitu pula komputer dan berbagai peralatan elektronik lainnya.
Perubahan suasana itu bukan tanpa alasan. Sejak Pemerintah Kabupaten Muba menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat, penggunaan energi di lingkungan perkantoran ikut menurun. Dampaknya pun mulai terasa. Pemkab Muba mencatat penghematan biaya listrik mencapai sekitar 20 persen.
Bupati Musi Banyuasin, H M Toha Tohet SH, mengatakan kebijakan WFH tidak hanya dimaksudkan untuk memberikan fleksibilitas dalam pola kerja ASN, tetapi juga menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah menekan belanja operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan berkurangnya aktivitas di perkantoran setiap hari Jumat, penggunaan listrik seperti pendingin ruangan, lampu, komputer, dan peralatan elektronik lainnya ikut menurun. Hal ini berdampak pada berkurangnya beban pembayaran listrik pemerintah daerah,” ujar Toha, Sabtu (25/7/2026).
Meski sebagian ASN bekerja dari rumah, pelayanan publik yang bersifat esensial tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat tetap dapat memperoleh layanan, sementara para pegawai menjalankan tugas dari lokasi masing-masing sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi Pemkab Muba, penghematan listrik bukan sekadar mengurangi tagihan bulanan. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih efisien dan mendorong penggunaan energi secara bijaksana.
Selain memangkas biaya operasional, WFH dinilai mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif terhadap perkembangan pola kerja saat ini.
“Kita akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan WFH agar manfaatnya semakin optimal, baik dari sisi peningkatan kinerja ASN, efisiensi anggaran, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Toha.
Ia menambahkan, Pemkab Muba akan terus menghadirkan berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Tujuannya bukan hanya menciptakan birokrasi yang lebih efektif dan efisien, tetapi juga memastikan setiap kebijakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.










