Lembaga Ini Sinyalir Ada Penyalahgunaan Anggaran Di Disnakertrans Banyuasin

15.502 dibaca
LSM LEMAN saat menunjukkan bukti laporan, 21 januari 2018.

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Tiga kegiatan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Banyuasin tahun 2017, disorot oleh Lembaga Evaluasi dan Monitoring Anggaran Negara (LEMAN), pasalnya sejumlah kegiatan diinstansi tersebut dengan besaran anggaran milyaran yang disinyalir disalahgunakan.  Hal itu disampaikan Ketua LEMAN Banyuasin, Salim.

Salim menyebutkan, realisasi anggaran dan pelaksanaan anggaran menjadi temuan di lapangan ada yang tidak sesuai dengan LKPJ Bupati maupun audit BPK terkait, dengan proyek pembuatan trotoar parit dengan nilai pagu Rp 1.744.080.000 pada APBN tahun 2017, dengan lokasi proyek tersebut di Kecamatan Tanjung Lago.

Advertisement

“Kami punya data dan dokumentasi lengkap terkait proyek yang dikerjakan CV Samudra Perkasa. Oleh sebab itu, kami akan melakukan orientasi berupa aksi demonstrasi dalam waktu dekat ini guna meminta klarifikasi kepada pihak Disnakertran,” kata Salim, pada hari minggu, 21 januari 2018.

Dia juga mempersoalkan proyek pembangunan jembatan pipa besi dengan lokasi UPT Sri Agung, Kecamatan Banyuasin II. Proyek APBN 2017 tersebut dikerjakan CV Tanisha Putri senilai Rp 594.900.000.

“Hasil investigasi tim kami ada kejanggalan dalam pengerjaan proyek, hal ini menjadi acuan kami untuk membawa hal ini ke ranah penegak hukum”, lanjut Salim.

Ditambahkan Aidil Masee Daeng selaku sekretaris LEMAN, mengungkapkan temuan lain yang terindikasi telah di mark up, yaitu kegiatan bantuan pangan non beras dengan anggaran Rp 1.216.000 dari sumber dana APBN 2017. Pemenang proyek CV Selaras Agri Makmur.

“Data yang kami temukan bantuan yang dikucurkan tidak sesuai dengan fakta di kapangan. Hal ini patut dipertanyakan,” tegas Aidil Masee Deang.

Sejumlah kegiatan yang dipersoalkan tersebut, pihaknya meminta kepada Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuasin, untuk segera melakukan penyelidikan pengunaan anggaran di Disnakertrans Banyuasin 2017 yang diduga ada kerugian negara.

“Kami minta pengunaan anggaran itu diselidiki,” tambah Aidil Masee Deang.

Sementara, ketika mengkonfirmasi Sekretaris Disnakertrans Banyuasin, Indra Junaidi, melalui via telphone pribadinya, belum bisa dihubungi.

Bagaimana Menurut Anda?