BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Jembatan penghubung Jalan lintas timur Palembang Jambi tepatnya di desa pulau harapan Kecamatan Sembawa, terancam putus.. pasalnya, lapisan aspal serta coran badan jembaran yang semula dikeruk, oleh pihak Pekerja jalan tidak langsung diperbaiki. Sehingga, tidak jarang kendaraan yang bertonase tinggi terjebak di kerukan yang berkedalaman lebih dari 2 cm ini akibatnya lubang kerukan kian hari kian dalam.
Disampingi itu, akibat belum diperbaikinya kerukan pada badan jembatan itu menambah titik-titik kemacetan di sepanjang jalur lintas timur palembang Jambi.’kerusakan jembatan ini dampak dari galian yang dilakukan oleh pihak terkait, yang sudah berlangsung satu minggu ditinggalkan begitu saja”. Ucap andi (43) selaku warga setempat. Selasa (19/11/19)
Sementara itu Yendi salah satu warga net mengharapkan pihak terkait untuk segera memperbaiki jembatan di jalan negara itu. Sebab telah meresahkan masyarakat setempat dan pengguna jalan. Serta mengancam keselamatan pengguna jalan.
” Mohon kepada pihak terkait agar segera menindaklanjuti kerusakan Jembatan kami, sebab sudah satu mingu Iebih jembatan ini di kerok (di Gali) dalam tapi dibiarkan tidak di benari , ini sangat meresahkan masyarakat Pulau harapan dan meresahkan para penguna jalan, ” Ucap Yendi yang memosting keluhannya di Akun Facebooknya. Kamis, 20/11/19.
Dikatakannya, kondisi Jembatan penghubung Palembang dengan Propinsi lain di Sumatera ini sangat memprihatinkan dan bisa memakan korban jiwa. “Jembatan saat ini menjadi kolam renang, sejak di kerok (Gali) kami menghimbau Dinas PU Banyuasin dan juga kepada Bapak Bupati Banyuasin, tolong di tindak tegas ini macet sudah panjang pak trimaksi ,” harapnya.
Terpisah Sekretaris Komisi III DPRD Banyuasin, Darul Qutni. SE. dari Fraksi Demokrat. Juga mengeluhkan kondisi Jembatan Pulau harapan tersebut. Ia juga berharap agar kiranya Pihak terkait bertanggung jawab atas galian yang dilakukan.
“Saat ini Jalintim tengah mengalami permasalahan serius oleh galian yang dilakukan oleh Balai besar, Jembatan tersebut mengalami kerusakan dari galian yang mereka lakukan, sehingga masyarakat yang memanfaatkan Jembatan tersebut menjadi takut dan menyebabkan kemacetan panjang saat hujan Jembatan dipenuhi air hingga Jembatan seperti Kolam,” Ucapnya.
Dirinya mendesak Balai Besar Wilayah Sumsel (B2WS) untuk bertanggung jawab atas kerusakan jembatan tersebut banyak masyarakat yang mengalami kerugian.”Tentu dalam hal ini masyarakat dirugikan, seperti pedagang yang terlambat membeli barang dagangannya ke Palembang, (Jakabaring,) Roda Pemerintahan baik Kabupaten Banyuasin maupun Palembang menjadi tersendat karena aktivitas Staf serta Kabid, Kasi yang pulang ke arah Palembang menjadi terlambat, kami dari legislatif Banyuasin meminta tanggung jawab B2WS sebab galian mereka masyarakat yang menjadi korbannya, meski kini belum terjadi korban jiwa tapi sekarang korban materi dan waktu sudah terjadi,” Tukasnya.








