Tertangkap Basah Bugil Wanita ini Akui Terpaksa

47.294 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN- Pemilik warung kopi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Lubuk Lacang Kecamatan Suak Tapeh diamankan Satpol PP Kabupaten Banyuasin. Dan tempat usahanya langsung ditutup. Pasalnya, warung itu diduga tempat esek-esek berkedok warung kopi.  itu, terungkap saat petugas menggerebek dan mendapati wanita bugil bersama seorang lelaki di dalam kamar.  

Saat diintrogasi petugas, wanita itu mengaku saat ditangkap sedang mengurut. Sembari telanjang “Ya benar saya telanjang saat mengurut,” Kata S (35) nama panggilan di warung kopi plus Bukde M ketika dibincangi. Rabu, (11/03/20).

Advertisement

S juga mengaku tidak sedang melakukan hubungan intim. “belum sempat bermain keburu digerbek oleh petugas.”kilahnya.

S mengaku sudah 3 tahun bekerja di warung kopi buk de M. Namun baru hari itu berniat melayani urut plus. Lantaran, terdesak kebutuhan ekonomi  dan terdesak kebutuhan anak sekolah.

“Baru hari ini melayani urut plus. Lantaran terdesak tidak ada uang untuk ngirim duit ke anak yang lagi sekolah. Lagian Selamaini saya hanya sebagai tukang urut dan tidak melayani yang macam – macam, saya minta maaf, ” sesal S

Pemilik warung, Bukde M yang turut diamankan, karena perlu pendataan dan pembinaan mengatakan bahwa praktek mesum yang dilakukan karyawannya bukanlah intruksinya.

“Saya tidak menyuruh Sri untuk berbuat mesum, itu mungkin kehendak dia sendiri karena himpitan ekonomi, ” singkatnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Drs H Indra Hadi MSi menegaskan, terkait warung esek – esek tidak ada maaf bagi mereka. Apalagi sudah tiga kali diberikan peringatan untuk tidak berbuat asusila apalagi mesum.

“Warung kopi Buk de M yang berada didekat SPBU Desa Lubuk lancang ini sudah sering diingatkan, dan kali ini tertangkap basah pelayan kopi lagi melayani urut dalam posisi tanpa busana,” ujar Kasat yang langsung mengamankan pemilik warung dan wanita penghibur.

Tertangkap basahnya warung mesum berkedok warung kopi ini, membuat tindakan tegas oleh Satpol PP untuk segera di bongkar. Meskipun ada izin yang dikeluarkan oleh pemerintah desa.

“Warungnya harus di tutup, sudah berulangkali diingatkan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar norma agama, saya tidak main-main dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, ” tandas Indra yang serius akan menindak segala unsur maksiat di Banyuasin.

Bagaimana Menurut Anda?