BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Upaya membangun generasi tangguh bencana terus digalakkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuasin bersama Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Implementasi Aksi Perubahan Penguatan Pencegahan dan Kesiapsiagaan dalam Membangun Budaya Aman Bencana di Satuan Pendidikan 2025, Selasa (23/9/2025).
Sosialisasi dipusatkan di SMP Negeri 1 Sembawa itu berlangsung meriah, dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Supriyanto, Kalaksa BPBD Banyuasin Reza Agus Perdana, Kabid BPBD Gatot, perwakilan Manggala Agni Daops Sumsel Mauludin, guru, hingga ratusan siswa.
Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana sejak dini.
“Selama ini belum ada pelajaran khusus yang fokus pada mitigasi bencana di sekolah. Padahal, keterampilan sederhana seperti napas buatan bisa menyelamatkan nyawa. Maka dari itu, edukasi harus dikemas menyenangkan agar mudah diterima siswa,” ujarnya.
Senada, Kalaksa BPBD Reza Agus Perdana SE., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dasar hukum jelas, yakni UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Ia menekankan tiga komponen utama penanganan bencana: kesiapsiagaan, tanggap darurat, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Khusus hari ini, kita fokus pada kesiapsiagaan. Banyuasin rawan tiga bencana utama: banjir, karhutla, dan cuaca ekstrem seperti puting beliung. Ilmu yang kalian dapatkan bisa menyelamatkan diri, keluarga, bahkan masyarakat,” tegas Reza.
Data BPBD mencatat jumlah warga dan rumah terdampak bencana di Banyuasin terus meningkat setiap tahun. Karena itu, edukasi kebencanaan di sekolah dinilai sangat penting untuk meminimalisir korban jiwa maupun kerugian material.
“Dengan kegiatan ini, kita berharap siswa tak hanya siap menghadapi ancaman bencana, tetapi juga menjadi agen penyebar budaya aman bencana di lingkungannya.” Imbuh Gatot menambahkan.








