Di Tengah Keterbatasan, Tenaga Kesehatan Pustu Talang Mandung Berupaya Menolong, Dinkes Muba Lakukan Evaluasi Menyeluruh

391 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA – Musibah yang dialami seorang anak di Desa Talang Mandung, Kecamatan Jirak Jaya, pada 23 Juli 2026, menyisakan duka bagi keluarga dan menjadi perhatian banyak pihak. Di tengah perhatian masyarakat yang ramai disuarakan melalui media sosial, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak cepat menelusuri peristiwa tersebut sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.

Bagi warga di daerah pedesaan, keberadaan Puskesmas Pembantu (Pustu) menjadi harapan pertama saat kondisi darurat terjadi. Di Pustu Talang Mandung, saat peristiwa itu berlangsung, hanya terdapat satu orang bidan dan satu perawat yang bertugas. Dengan fasilitas yang tersedia, keduanya berupaya memberikan pertolongan pertama kepada pasien sebelum menyarankan agar segera dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.

Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Muba, dr Hj Zwesty Wisma Devi MH, mengatakan, langkah awal yang dilakukan tenaga kesehatan di lapangan telah disesuaikan dengan kondisi dan sarana yang ada.

“Di lokasi saat kejadian terdapat satu orang bidan dan satu orang perawat yang langsung memberikan tindakan pertolongan pertama. Namun, mengingat keterbatasan peralatan medis di Pustu, tenaga kesehatan menyarankan agar pasien segera dirujuk ke puskesmas untuk memperoleh penanganan yang lebih optimal,” ujar Zwesty, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, Dinkes Muba tidak hanya menelusuri kronologi kejadian, tetapi juga menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas.

Saat ini, Dinkes telah memanggil tenaga kesehatan yang bertugas saat kejadian beserta kepala puskesmas terkait guna memperoleh penjelasan secara menyeluruh. Langkah itu dilakukan agar setiap fakta dapat dihimpun secara objektif dan menjadi dasar perbaikan pelayanan ke depan.

Selain itu, koordinasi dengan Pemerintah Desa Talang Mandung terus dilakukan agar informasi yang diterima masyarakat tetap terbuka dan berimbang.

“Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian kami. Peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan di seluruh wilayah Kabupaten Muba,” tandas Zwesty.

Peristiwa di Talang Mandung menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan, tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada ketersediaan fasilitas dan sistem rujukan yang cepat. Harapannya, evaluasi yang dilakukan dapat menghadirkan layanan kesehatan yang semakin baik dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Bagaimana Menurut Anda?