Diskominfo dan DPPKB Muba Bersinergi Wujudkan Satu Data Indonesia yang Akurat dan Terintegrasi

136 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA– Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola data sebagai bagian dari upaya mewujudkan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Langkah tersebut dilakukan melalui Interview Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 yang digelar secara virtual dari ruang virtual Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Muba, Kamis (9/7/2026).

Advertisement

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengukur tingkat kematangan penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus melihat sejauh mana tata kelola data telah berjalan di lingkungan Pemkab Muba.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Muba yang diwakili Kepala Bidang Komunikasi Publik, Jerry Rinoldy, S.T., M.T.

Dalam sambutannya, Jerry menegaskan bahwa EPSS bukan sekadar penilaian administratif, tetapi menjadi instrumen penting untuk mendorong tersedianya data pemerintah yang berkualitas.

Menurutnya, data yang dihasilkan pemerintah harus akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, serta mudah diakses sesuai prinsip Satu Data Indonesia (SDI) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.

Interview EPSS 2026 kali ini berfokus pada dua organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi lokus penilaian, yakni Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Muba sebagai produsen data sektoral.

Proses evaluasi berlangsung melalui diskusi, klarifikasi dokumen, hingga penyampaian berbagai bukti dukung antara tim evaluator BPS dengan perangkat daerah terkait.

Sejumlah aspek penting dalam penyelenggaraan statistik sektoral turut didalami. Di antaranya tata kelola data, kualitas data, standar data, metadata, interoperabilitas, serta koordinasi dan sinergi antar-OPD.

Evaluasi tersebut menjadi penting karena kualitas data yang dikelola pemerintah akan berpengaruh terhadap proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.

Bukan Sekadar Penilaian, Jadi Bahan Evaluasi Pemkab Muba

Pemkab Muba menyampaikan apresiasi kepada Tim Penilai Internal (TPI) dan Tim Penilai Badan (TPB) BPS yang terlibat dalam proses EPSS 2026.

Pemerintah daerah menilai proses evaluasi tersebut bukan hanya sebagai formalitas, melainkan kesempatan untuk melihat sejauh mana tata kelola statistik sektoral telah berjalan sekaligus mengidentifikasi bagian yang masih perlu diperbaiki.

Pemkab Muba juga berkomitmen menindaklanjuti berbagai rekomendasi konstruktif yang diberikan melalui proses evaluasi tersebut.

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kabupaten Muba, sekaligus memperkuat fondasi penyusunan kebijakan pembangunan yang berbasis data.

Dengan data yang semakin akurat dan terintegrasi, pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut diikuti Tim Penilai Badan (TPB) BPS yang terdiri dari Nukke Anastasiyah, S.ST. selaku Ketua TPB, bersama anggota Yogi Kurniawan, A.Md., dan Redi.

Dari jajaran BPS Muba, hadir M. Hamzah Pansyuri, S.E., M.P. selaku Ketua Sektoral serta Elisa Fitria, S.Si. selaku Kasub Umum.

Kegiatan juga diikuti perwakilan Diskominfo Muba, DPPKB Muba, Bappeda Kabupaten Muba, serta Tim Penyelenggara Satu Data Muba.

Melalui pelaksanaan EPSS 2026, Pemkab Muba berharap kolaborasi lintas perangkat daerah semakin kuat sehingga ekosistem Satu Data Indonesia di Kabupaten Musi Banyuasin dapat berjalan lebih baik, terintegrasi, dan mampu mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Bagaimana Menurut Anda?