Pemkab Muba Gandeng SKK Migas dan Operator Migas Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

306 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID MUBA- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus memperkuat kolaborasi dengan sektor industri hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Muba melakukan kunjungan kerja ke SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) serta sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Advertisement

Langkah ini tidak hanya diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memperkuat kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan, khususnya terkait penyerapan tenaga kerja lokal dan pelaporan lowongan pekerjaan.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga, AP, didampingi Kabid Hubungan Industrial Faezal Pratama dan Staf Bidang Penta Thomas.

Dalam kunjungan ke SKK Migas Perwakilan Sumbagsel, rombongan Disnakertrans Muba diterima Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk membahas program pemagangan sekaligus peluang penyerapan tenaga kerja bagi putra daerah Muba, khususnya lulusan PPSDM Migas Cepu.

Herryandi juga menyampaikan surat usulan dan kerja sama dari Bupati Muba HM Toha Tohet terkait pengembangan sumber daya manusia dan pembukaan peluang kerja bagi lulusan daerah.

“Kami hadir dengan semangat kemitraan untuk mengajak seluruh rekan-rekan KKKS di wilayah Muba berjalan beriringan dalam mengimplementasikan Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang penyerapan tenaga kerja lokal sebagai upaya penurunan angka pengangguran,” ujar Herryandi.

Ia menambahkan, sinergi tersebut juga diarahkan untuk memastikan perusahaan memahami dan menjalankan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

Di antaranya Perpres Nomor 57 Tahun 2023 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan serta Permenaker Nomor 18 Tahun 2024 terkait penempatan tenaga kerja dalam negeri.

“Kami berharap, dengan dukungan sosialisasi dari SKK Migas, sistem pelaporan satu pintu ke Disnakertrans Muba dapat berjalan lebih transparan dan akuntabel,” katanya.

Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Syafei, menyambut baik langkah Pemkab Muba yang mengedepankan pendekatan kolaboratif.

SKK Migas menyatakan siap mendukung program pemagangan sekaligus membantu menjembatani sosialisasi regulasi ketenagakerjaan kepada KKKS yang beroperasi di wilayah Muba.

Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem industri yang sehat, patuh terhadap aturan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Komitmen terhadap tenaga kerja lokal juga terlihat dalam kunjungan Disnakertrans Muba ke PT Ginting Jaya Energi.

Rombongan diterima langsung HRD Manager PT Ginting Jaya Energi, Febrina Eswandy.

Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Muba memberikan apresiasi atas kontribusi perusahaan yang telah mempekerjakan tiga orang lulusan PPSDM Migas Cepu di wilayah operasionalnya.

Herryandi menilai langkah tersebut menjadi contoh konkret bagaimana lulusan daerah yang telah memiliki sertifikasi dapat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui pengalaman kerja di lapangan.

“Sinergi seperti inilah yang kita harapkan. Generasi muda Muba yang telah tersertifikasi di PPSDM Migas Cepu, baik di bidang Rigger, Floorman, maupun K3, kini bisa mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga,” ujar Herryandi.

Ia juga menyerahkan data by name lulusan terbaru untuk dapat disinergikan dengan program pemagangan berikutnya.

PT Ginting Jaya Energi Siap Perluas Peluang Pemagangan

HRD Manager PT Ginting Jaya Energi, Febrina Eswandy, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan ruang komunikasi yang dibangun Pemkab Muba.

Menurutnya, perusahaan berkomitmen menyelaraskan kebijakan internal dengan regulasi ketenagakerjaan daerah maupun nasional.

“Surat usulan kerja sama dari Bupati Muba, Bapak HM Toha Tohet, telah kami terima dengan baik. Ini merupakan program kemitraan yang sangat positif,” kata Febrina.

Ia menyebut PT Ginting Jaya Energi akan berupaya membuka ruang pemagangan dan penyerapan kerja bagi lulusan PPSDM Migas Cepu sesuai dengan kapasitas operasional perusahaan.

Usulan kolaborasi tersebut juga akan dibawa ke forum koordinasi bersama Pertamina dan SKK Migas agar dapat dikembangkan menjadi salah satu program dalam upaya menekan angka pengangguran.

“Kami percaya bahwa kepatuhan terhadap regulasi dan pemberdayaan generasi unggul lokal akan memperkuat hubungan yang harmonis antara perusahaan, government, dan masyarakat setempat,” pungkas Febrina.

Sinergi Pemkab dan Industri Jadi Kunci

Kolaborasi antara Pemkab Muba, SKK Migas Sumbagsel, dan operator migas diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan koordinasi semata.

Melalui program pemagangan, pelaporan lowongan yang lebih tertib, serta penyerapan tenaga kerja lokal, pemerintah berharap semakin banyak putra-putri Muba memiliki akses terhadap peluang kerja di sektor migas.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan iklim hubungan industrial yang harmonis dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah demi mewujudkan Muba Maju Lebih Cepat.

Bagaimana Menurut Anda?