Ketika Pemkab Banyuasin dan Unsri Bersatu: Pendidikan Dasar Bersiap Naik Kelas

204 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Ada pemandangan yang sedikit berbeda di SD Negeri 12 Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, pada Sabtu (8/8/2026). Suasana sekolah mendadak lebih hidup dan hangat dengan kedatangan jajaran Universitas Sriwijaya (Unsri) yang, bersama Wakil Bupati Banyuasin Ir. Netta Indian, S.P., hadir langsung untuk menyapa para guru, murid, dan warga setempat dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unsri.

​Kehadiran rombongan akademisi ini disambut antusias oleh Wakil Bupati Banyuasin bersama Korwil Diknas, Camat Rambutan, serta Plt. Sekdis Kominfo-SP Banyuasin. Bagi pemerintah daerah, langkah ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan wujud nyata dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang langsung menyentuh akar rumput.

Advertisement

​Di hadapan para peserta pelatihan, Netta Indian menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh tentang pentingnya gotong royong dalam membangun mutu pendidikan. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa gandengan tangan dari berbagai pihak, termasuk dunia kampus.

​”Peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dengan penuh penekanan.

​Lebih dari sekadar agenda tahunan kampus, ia berharap kegiatan ini benar-benar meninggalkan jejak yang hidup—bukan sekadar laporan di atas meja. Kehadiran para dosen dan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi ruang untuk saling bertukar ilmu, berbagi pengalaman, meracik inovasi pembelajaran yang segar, sekaligus memecahkan berbagai tantangan kecil yang kerap dihadapi dunia pendidikan kita sehari-hari.

​Semangat yang sama juga disuarakan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan Pelatihan, Prof. Dr. Siti Dewi Maharani, M.Pd. Ia melihat momentum ini sebagai jembatan awal yang kuat untuk merajut kemitraan jangka panjang yang berkelanjutan antara dunia akademis dan masyarakat Banyuasin.

​”Kolaborasi ini menjadi awal kemitraan. Mari manfaatkan kesempatan ini dengan berdiskusi, bertanya, dan saling belajar. Kita jadikan kegiatan ini sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang benar-benar berkontribusi bagi masyarakat, sehingga lahir inovasi yang memberikan dampak positif,” ungkapnya hangat sambil menjelaskan bahwa pelatihan ini dibagi menjadi lima tim dengan lima tema berbeda agar manfaatnya bisa dirasakan secara lebih mendalam oleh para peserta.

​Menyambung hal tersebut, Koordinator Prodi PGSD, Dr. Esti Susiloningsih, M.Si., menegaskan bahwa jalinan kerja sama antara Unsri dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak diciptakan hanya untuk menghiasi dokumen atau kesepakatan formal semata, melainkan harus dibuktikan lewat keringat dan aksi di lapangan.

​”Ini bukan hanya kerja sama antara Unsri dan Pemerintah Banyuasin. Kerja sama ini tidak hanya tertulis di atas kertas, tetapi kami buat menjadi aksi nyata,” tegasnya.

​Melalui sinergi yang hangat antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah ini, asa baru mulai dirajut dari ruang-ruang kelas sederhana di Banyuasin—membawa harapan besar untuk melahirkan kualitas sumber daya manusia yang lebih tangguh, dimulai dari bangku sekolah dasar yang hari ini disentuh dengan cinta dan kepedulian.

Bagaimana Menurut Anda?