Sekda Erwin Ibrahim Dorong Pelantikan PII Sumsel Bukan Sekadar Seremonial, Hadirkan Pameran hingga Solusi Pertanian

221 dibaca
BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN– Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN Eng., memiliki pandangan tegas agar pelantikan kepengurusan organisasi profesi tidak berhenti pada seremoni belaka. Di balik balutan setelan formal sebuah pelantikan, tersimpan potensi besar untuk merajut kolaborasi nyata yang berdampak langsung bagi kemajuan daerah.

​Hal tersebut disampaikannya saat membahas persiapan pelantikan enam Pengurus Cabang (PC) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) se-Sumatera Selatan, Jumat (18/9). Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah (PW) PII Sumsel, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE., IPU., MKU., ASEAN Eng., APEC. Eng.

​Bagi Sekda Erwin, seorang insinyur adalah motor penggerak pembangunan. Oleh karena itu, momentum pelantikan harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai ruang bertukar wawasan, memperluas jejaring profesional, sekaligus meningkatkan kapasitas anggotanya.

Advertisement

​”Setiap kali pelantikan ada pameran, ada vendor dan NGO yang membantu. Hadirkan juga universitas yang bisa meningkatkan kapasitas insinyur-insinyur. Jadi, setiap adanya pelantikan kita tidak hanya hadir untuk pelantikan saja, tetapi juga mendapatkan tambahan wawasan,” ungkap Sekda Erwin penuh antusias.

​Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya mempererat sinergi antara para insinyur dengan penyedia bidang engineering yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah. Peningkatan kompetensi—termasuk kepemilikan gelar profesi resmi—dianggap krusial agar para insinyur mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur dan tata kelola wilayah secara berkelanjutan.

​Gagasan progresif ini disambut positif oleh PW PII Sumsel. Dalam arahannya, ditekankan bahwa setiap kerja sama yang dijalin harus selaras dengan karakteristik dan potensi unggulan masing-masing kabupaten/kota.

​Sebagai contoh, Kabupaten Banyuasin yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan dan memiliki potensi besar di sektor pertanian, tentu membutuhkan sentuhan teknologi yang spesifik.

​”Cari dulu vendor yang sesuai dengan komoditas unggulan kabupaten/kota masing-masing. Banyuasin terkenal dengan pertanian, maka carilah vendor dari bidang yang sesuai dengan kebutuhan tersebut,” jelas PW PII Sumsel.

​Tidak hanya berhenti pada pameran teknologi dan sektor industri, rencana penguatan kapasitas melalui sinergi dengan perguruan tinggi pun mendapat perhatian serius. PW PII Sumsel mengingatkan pentingnya verifikasi institusi pendidikan yang dilibatkan, terutama terkait legalitas dan kesesuaian program melalui kementerian yang membidangi pendidikan tinggi.

​Langkah selektif ini diambil guna memastikan bahwa kolaborasi yang terbangun benar-benar memberikan nilai tambah, melahirkan insinyur yang kompeten, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan daerah di Bumi Sedulang Setudung.

Bagaimana Menurut Anda?