BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Senyum hangat menyelimuti ruang kerja Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin saat derap langkah jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuasin melangkah masuk pada Senin (19/10/2026).
Pertemuan yang diawali dengan jabat tangan erat ini bukan sekadar agenda formalitas kelembagaan, melainkan sebuah simpul silaturahmi yang sarat akan harapan dan komitmen bersama demi keberlanjutan masa depan daerah.
Dalam audiensi berharga tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Banyuasin, Abdul Rais, S.M., membuka pintu dialog selebar-lebarnya. Kehadiran organisasi kemasyarakatan keagamaan sekelas Muhammadiyah dipandang sebagai angin segar sekaligus pilar penting untuk memperkuat fondasi pembangunan di Bumi Sedulang Setudung. Pembangunan daerah yang inklusif tidak bisa hanya ditopang oleh bahu pemerintah semata, melainkan membutuhkan rangkulan hangat serta kontribusi nyata dari segenap elemen masyarakat.
Muhammadiyah, dengan jejak panjang pengabdiannya di bidang pendidikan, sosial, keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi warga, dinilai memiliki potensi luar biasa untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan legislatif. Berbagai gagasan segar, pandangan konstruktif, serta aspirasi umat bermunculan dalam diskusi yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut. Semuanya bermuara pada satu cita-cita utama: menghadirkan kebijakan dan program pembangunan yang dampaknya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat bawah.
Sebagai wadah penyalur suara rakyat, DPRD Kabupaten Banyuasin memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Abdul Rais menegaskan bahwa dalam menjalankan amanah tersebut, pihak legislatif sangat membutuhkan masukan dan kontrol sosial dari masyarakat. Melalui ruang dialog yang terbuka, DPRD dapat lebih tajam dalam menangkap denyut nadi serta kebutuhan riil yang ada di lapangan.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi kelembagaan yang harmonis dapat tercipta tanpa sekat. Hubungan yang selaras antara dewan dan Ormas diharapkan mampu membuka ruang pertukaran ide yang lebih luas dalam merespons berbagai persoalan daerah, sekaligus menggali potensi-potensi lokal yang belum tergarap optimal.
Mengakhiri pertemuan tersebut, Abdul Rais menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas jalinan silaturahmi yang terbangun. Ia berharap komunikasi dan koordinasi ini dapat terus dipelihara secara berkesinambungan. Kemitraan yang kokoh dan saling mendukung ini diyakini akan menjadi energi tambahan bagi Pemkab dan DPRD Banyuasin dalam mewujudkan tata kelola daerah yang semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan.










