
BUANAINSUMSEl, PALEMBANG-PT Angkasa Pura II memberikan bantuan corporte socal respnsiblility (CSR) kepada masyarakat yang berada di kawasan Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarami, kemarin.
General Manajer PT Angkasa Pura II, Iskandar Hamid menyebutkan, cukup banyak yang diberikan oleh PT Angkasa Pura II. Diantaranya ialah penyerahan satu Posyandu Sugiwaras, dua konblok di halaman SD Negeri 143 dan SD Negeri 145, satu unit mobil ambulance PMI, satu mobil perpustakan keliling, dan yang terakhir merenovasi toilet di SMP pesantren modern Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II.
“Memang inikan masih berada di ruang lingkup bandara, sehingga kita mencoba untuk membantu,” ujar Iskandar Hamid dibincangi usai acara. Selasa 17 Januari 2017
Tak hanya baru sekali ini, Iskandarpun menjelaskan, jika program CSR ini sudah berjalan di beberapa tahun terakhir. Iskandarpun menegaskan, karena kawasan Talang Jambe masih dekat dengan wilayah kerjanya, sehingga wilayah tersebut terus mendapat prioritas.
“Ini program kerja 2016 yang lalu, dan baru diserahkan sekarang. Semoga dapat dimanfaatkan warga sekitar,” tegasnya.
Sementara Walikota Palembang, Harnojoyo sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada PT Angkasa Pura II yang telah memberikan bantuan sarana dan prasarana di wilayah Talang Jambe, yang notabene masuk dalam wilayah Pemerintah kota (Pemkot) Palembang.
“Kita memberikan apresiasi dan terima kasih, atas kepedulian sosial dari PT Angkasa Pura,” terangnya.
Harno berharap, setelah mendapatkan banyaknya bantuan dari PT Angkasa Pura. Semua sarana dan prasarana yang diberikan tersebut dapat dimanfaatkan, dan dapat membantu aktifitas masyarakat.
“Kalau kita senang, kita doakan, agar bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ini sukses, dan berjaya,” katanya.
Bukan tanpa sebab, Harnojoyo menginginkan bandara SMB II semakin sukses. Harnojoyo menegaskan, jika bandara SMB II merupakan pintu masuk bagi para tamu yang akan datang dan berkunjung ke kota Palembang.
“Palembang inikan kota jasa, sehingga penghasilan asli daerah (PAD) kita bersumber dari tamu yang hadir. Apalah arti Palembang tanpa kehadiran tamu ini,” katanya. (Rel)








