Buka Konferensi NU , Askolani Tekankan Gotong Royong dan Komunikasi

1.581 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – H. Askolani, SH membuka Konferensi Ke V Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Muslimat dan Fatayat Kabupaten Banyuasin, dengan tema “Penguatan Pemahaman terhadap Ahlussunah wal jama’ah Menuju Kebangkitan Banyuasin yang religius” kegiatan digelar di Gedung Diklat Pemda Banyuasin, dimulai 6-7 Januari 2020. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua GP Anshor Sumsel. Ahmad zarkasih. MM, Ketua Pengurus Cabang NU Banyuasin KH Kaharudin, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sumatera Selatan, Heri Candra, Kabag Kesra Banyuasin, Ketua DPRD Banyuasin, Empat Wakil Ketua DPRD Banyuasin, serta Anggota NU, Muslimat dan Fatayat NU dan Banser. Diharapkan, keberadaan NU di Banyuasin bisa mensukseskan Program Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahterah.

“Mari kita bergotong royong, berat menjadi ringan, besar menjadi kecil, dengan koordinasi dan komunikasi semua akan bisa diatasi, saya dari lahir merupakan NU sebab kakek saya lulusnya di Pesantren Kabupaten Lahat, ” Ucap, H. Askolani. SH. Saat memberikan sambutan, Senin. (6/1/20).

Lanjut dia, NU ini berdiri sebelum Indonesia berdiri (Merdeka) NU lahir pada tahun 1926, NU merupakan organisasi yang berandil besar dalam memerdekakan Indonesia, karena perjuangan para ulama dan santri.

” Saya berharap, NU mendukung Program Banyuasin Bangkit, yang didalamnya ada 7 Program pokok, pertama Infratsuktur bagus, Alhamdulillah kita sudah bergerak melaksanakan pembangunan jalan di ruas Banyuasin. Ini, Ucapnya.

Sementara, Ketua Pengurus Cabang NU Banyuasin KH Kaharudin mengatakan dalam konferensi Ke V ini mereka akan membahas program – program yang berhubungan dengan Kabupaten Banyuasin. Tekad NU sudah bulat untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pembangunan dengan menggabungkan antara ide Bupati dan NU.

“Saya ucapkan terima kasih sudah membantu NU, tetap saling membantu dan kerjasama Ulama dan Umaroh, Ulama dengan Pemerintah, Insya Allah program pemerintah berjalan dengan baik,”ujarnya

Ditempat yang sama, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Sumatera Selatan, Heri Candra menegaskan ada 4 hal penting yang harus di aplikasikan dan di aktualisasikan seluruh pengurus NU baik dari pusat sampai ke daerah.

“Pertama Amaliah, dimana harus tekun melestarikan dan memelihara Amaliah NU, karena banyak paham di Indonesia, kalau NU tidak memagari maka dikhawatirkan akan tergerus. Kedua, Fikroh atau pemikiran, dimana islam modern, toleransi, mengambil jalan tengah dan menyikapi sesuatu dengan jalan keadilan. Kemudian ketiga Harokah, dimana langkah dan perjuangan NU harus satu jalan dan tidak terpecah belah. NU harus bersama-sama bergandengan tangan dan kompak serta selalu semangat dalam menjalankan peranan. ” Ujarnya.

Dirinya berpesan, Anggota dan Pengus NU Banyuasin harus bersinergi dengan Pemkab Banyuasin agar cita-cita yang diinginkan terwujud. “Kita tidak hanya bisa meneriakkan NKRI Harga Mati tapi tanggung jawab kita untuk mengaktualisasikan. Kita bareng – bareng bersama Bupati sama-sama membangun bangsa, NU bukan politik tapi tentang pembangunan,”tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?