Fitrianti Agustinda : Bakal Tindak Tegas Pelaku Usaha Menggunakan Bahan Berbahaya

221 dibaca
Sertifikasi atau Stikerisasi Pangan Olahan Siap Saji Higienis dan Aman (POSS HA) di Dermaga Poin BKB Palembang, Selasa 5 November 2019. Foto :Yanti

BUANAINDONESIA. CO. ID, Palembang Pemerintah Kota Palembang bekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang mengadakan kegiatan Sertifikasi atau Stikerisasi Pangan Olahan Siap Saji Higienis dan Aman (POSS HA) di Dermaga Poin Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa 5 November 2019.

Stikerisasi ini bertujuan untuk meminimalisir peredaran makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan ini dengan mengundang beberapa stakeholder holder terutama dari Masyarakat Ekonomi Kreatif, YLKI, BPOM dan unsur terkait lainya.

“Kegiatan ini untuk mendukung program kita ke depan memastikan seluruh pangan olahan siap saji ini aman dan higienis. Kami berharap kepada seluruh pelaku usaha betul-betul bisa ikut program ini karena program ini sangat menguntungkan supaya usaha nya semakin lebih maju dan semakin berkembang,” ujarnya.

Dia berharap kepada masyarakat apapun makanan  yang di jual di kota Palembang  juga harus cerdas untuk  mencermati apakah betul-betul pangan yang ditawarkan atau dagangan yang ditawarkan betul-betul sudah aman sudah teruji ke higienis nya dan kandungan yang ada di dalam makanan itu betul- betul tidak mengandung zat-zat berbahaya.

“Terima kasih kepada BPOM karena apa yang sudah dilakukan sudah sangat membantu kinerja pemerintah. Kita  berharap ke depan nanti kegiatan ini bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Palembang,” bebernya.

“Kita berharap seluruh pangan yang ada di Kota Palembang terutama pangan olahan siap saji ini aman dan layak makan. Sehingga menimbulkan rasa aman dari masyarakat Kota Palembang dan makanan ini dapat menjadikan peluang pariwisata kita ke depan lebih berkembang lagi dengan baik,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Fitri berpesan kepada pelaku makanan siap saji yang belum mendapatkan Stikerisasi tentu akan mendapatkan sanksi pilihan.  Misalnya ada dua penjual makanan  yang satu sudah mendapatkan Stikerisasi dan yang satu lagi belum di Stikerisasi tentu kita akan memilih yang berstiker walaupun jualannya sama yakni sama-sama Bakso paling tidak seperti itu.

“Biar mereka sama-sama berkembang, dan kami akan menindaklanjuti kalau memang seandainya terindikasi bahwa usaha dagangan itu melanggar dalam arti mengandung zat zat berbahaya.  Kami akan  mencabut izinnya dan tidak bisa lagi melakukan usaha di kota Palembang,” katanya.

“Kita akan mensosialisasikan ke seluruh 18 Kecamatan seluruh pelaku usaha yang bergerak di bidang makanan tanpa terkecuali. Pasalnya,  kita ingin memastikan seluruh pangan olahan, makanan siap saji ini betul-betul aman,” tegasnya.

Fitri Agustinda menambahkan,  bahwa akan ada regulasi dari Pemerintah Kota Palembang yang saat ini sedang di kaji dan Insya allah akan ada SK Perwali  yang akan memperkuat langkah kita ke depan,  yang tujuannya akan di ikuti oleh seluruh stakeholder maupun dunia usaha yang bergerak di bidang usaha.

Sementara itu, Kepala BPOM Kota Palembang Hardaningsih menambahkan,   bagi pelaku usaha yang akan kita sertifikasi yang pertama Ia memiliki Sarana seperti Restoran, Jasa Boga, Catering ada PKL seperti misalnya PKL ini masih banyak membutuhkan pembinaan-pembinaan karena mereka masih terbentur dengan infrastruktur nya yang seperti air.

“Kita akan usahakan bersama Ibu Wawako mungkin kalau ada sesuatu yang harus dicarikan solusi nya supaya mereka dapat ikut  berpartisipasi menyediakan Poss higienis yang aman tadi,” katanya.

Dijelaskan,  pihaknya akan melakukan audit itu nanti terdapat Check Listnya ada persyaratan-persyaratanya penilaian nya diantaranya sebelum diaudit mereka ini akan diberikan pelatihan terlebih dahulu bagaimana ber higienis sanitasi bagaimana cara penanganan terhadap makanan.

“Kita cek dilapangan ada tidak produk nya yang mengandung Formalin, Boraks dengan tolak ukur nya yang higienis dan aman,” (Yanti)

Bagaimana Menurut Anda?