BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Jalan lintas timur Palembang – Jambi tepatnya di Km 111 desa Pindang Banjar kecamatan Sungai Lilin yang tengah diperbaiki nyaris memakan korban jiwa. bernama Yan (22) warga Desa Pinang Banjar Rt 02 Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Peristiw itu bermula ketikan Yan hendak pulang kerumahnya dengan mengendarai sepedah motornya. Dan ketika hampir sampai dirumahnya, Yan, Kaget karna ada galian Aspal Yang belum ditutup. sehingga motonya oleng dan tidak terkontrol. Akibanya Yan dan motor yang di kendarai terjatuh di bekas galian Aspal.
Beruntung tidak menimbulkan korban jiwa namun akibat peristiwa itu yan mengalami luka lecet serta sepedah motornya rusak. “Sepeda motor Jenis Yamaha Vixion. roda bagian depan kepeleset masuk galian jalan aspal dan terjatuh. lokasinya di depan rumanya Desa Pinang Banjar Sebelum Jembatan Pasar Sungai Lilin tepatnya km 111,” ungkapnya Yan minggu (26/01/20).
Menurut Yon, kecelakaan itu disebabkan galian aspal rusak yang belum selesai dikerjakan, apalagi di beberapa titik perbaikan tersebut tidak terdapat tanda atau rambu-rambu “galian aspal tersebut memang tidak begitu dalam kira-kira Sekitar 10 cm. Namun tidak begitu jelas terlihat. Terlebih tidak ada rambu- rambunya juga,” singkatnya.
Yan berharap pihak kontraktor segera memasang rabu-rabu. Agar tidak ada lagi korban berikutnya. “Saya juga berharap kepada pengguna sepedah motor untuk super hati-hati saat melintasi jalan bekas galian aspal ini” tandasnya
Terpisah Ketua LPKPK (Pengawasan Kebijakan Pemerintah Dan Keadilan ) Banhar. menegaskan aspal yang berada di sekitar kiri kanan jalan tersebut, cukup membahayakan terutama jika kendaraan secara tidak sengaja melalui galian dan terutama bagi pengendara sepeda motor. Menurutnya, bila mengacu pada SOP, Kontraktor harus memasang rambu-rambu pengaman di setiap pekerjaan galiian.
Sementara itu Eko Tokoh Pemuda Kecamatan Sungai Lilin mengakui bahwa memang jalan itu Rawan. “Apalagi saya perhatikan banyak sekali galian aspal yang belum selesai dikerjakan dan banyak pengendara sepeda motor kecelakaan di Jalintim karna adanya pekerjaan galian yang tidak segera di tutup kembali ,”terangnya.
Menurutnya, jika jalan belum bisa diselesaikan dalam waktu dekat, setidaknya pihak kontraktor harus memasang tanda atau rambu di setiap galian sebagai informasi kepada pengendara yang melintas. “Sebab, jika tidak ada tanda, bisa saja kecelakaan yang sama akan kembali terjadi dan masih ada beberapa SOP yang belum terpenuhi,dalam melaksanakan pekerjaan yang mereka kerjakan.Itu penting sekali. Karena banyak juga warga yang melintas di Jalintim Palembang -Jambi itu tidak hafal medan. Khawatir jika berlarut-larut malah semakin menambah korban kecelakaan,” pungkasnya. (Khahar).








