Jalan Retak, CV Dhomsatun Diminta Tanggung Jawab

9.520 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Cita-cita Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH. MH, dalam Program infrastruktur bagus nampaknya belum mendapatkan dukungan penuh dari para Pemborong yang mendapatkan tender atau lelang proyek di Banyuasin, seperti proyek jalan lingkungan yang ada di RT 27 RW 011 Kelurahan Pangkalan balai, Kecamatan Banyuasin III. Kabupaten Banyuasin, dikerjakan oleh CV Dhomsatun dengan nilai anggaran Rp. 99.774 tersebut sudah mengalami kerusakan dan retak-retak, diketahui jalan tersebut diduga banyak menggunakan pasir dan tidak di keruk sebelum di cor sehingga pasir yang dihamparkan oleh para pekerja nampak lebih tebal.

“Saya sudah memprediksi jalan ini tidak bagus kualitasnya sebab pasirnya tebal mereka ini menyambung saja bekas jalan lama yang berasal dari aspirasi Alm Burhanudin waktu itu, mereka tidak membersihkan lagi bekas jalan lama dan langsung mereka siram dengan pasir , dan sudah saya tegur para pekerjanya agar pasirnya jangan ditebalkan, namun waktu itu mereka tidak mengindahkan, namun kita mau lihat buktinya kualitas jalan ini, ” Ucap salah satu warga saat melintasi jalan tersebut, Senin. (08/06/20).

Advertisement

Senada dikatakan ketua RW 011 Kelurahan Pangkalan balai, Supriyanto. Bahwa dirinya sudah melakukan teguran terhadap para pekerja untuk tidak memberi pasir terlalu banyak. “Saya waktu itu sudah nemui pekerja, dan meminta agar tidak menghamparkan pasir terlalu banyak di jalan tersebut namun mereka jawab, kami cuma bekerja mengikuti perintah saja, dan saya minta agar disampaikan ke kontraktornya, namun kondisinya tetap seperti itu,” Ucapnya.

Dirinya meminta, dari kondisi jalan yang dibangun bulan Maret lalu itu sudah retak-retak, agar pihak terkait dapat memanggil Pemborong yang sudah membangun jalan tersebut untuk dapat diperbaiki lagi.

“Ini uang rakyat, rakyat bayar pajak untuk bisa menikmati jalan bagus, ini baru dua bulan belum satu tahun kok sudah pecah dan retak-retak, saya minta agar Dinas Perkimtan dapat memanggil pihak CV Dhomsatun untuk memperbaiki jalan tersebut sebagai upaya tanggung jawabnya,” tandasnya

Terpisah, Sekretaris Komisi III. Darul Qutni. SE, menyayangkan pembangunan jalan lorong yang dibangun menggunakan dana APBD dengan anggaran Rp. 99 juta .774 tersebut sudah mengalami kerusakan meski baru berusia sekitar 2 bulan.

“Jalan itu dibangun menggunakan uang rakyat, mestinya Pemborong membangun dengan benar, jangan sampai baru 2 bulan sudah retak, kalau seperti ini saya duga kebanyakan Pasir dijalan ini, sebab laporan yang saya terima pasirnya tebal ” Ucapnya.

Darul meminta Dinas terkait untuk memanggil Pemborong yang membangun jalan tersebut agar rakyat tidak merasa dirugikan dalam hal ini. “Saya minta pihak terkait untuk segera memanggil pihak CV Dhomsatun itu agar jalan tersebut segera diperbaiki lagi, ” tegasnya

“Kepada Dinas terkait untuk jangan dibayarkan dahulu uang proyek tersebut sebelum diperbaiki oleh CV Dhomsatun, bila mereka sudah membayarkan, Berarti tim PHO dan Pihak PU tidak turun kelokasi, Kita akan memanggil Dinas Perkimtan,” tutupnya

Bagaimana Menurut Anda?