BUANAINDONESIA.CO.ID LUBUKLINGGAU – Semangat inovasi birokrasi terasa kental di UPT Diklat BKPSDM Kota Lubuklinggau saat tiga pejabat struktural dari Dinas Kominfo Musi Banyuasin (Muba) memaparkan proyek strategis mereka. Ketiganya tampil dalam sesi presentasi sebagai bagian dari pelatihan kepemimpinan tingkat III (Pim III), di bawah bimbingan langsung Kepala Dinas Kominfo Muba, Herryandi Sinulingga, AP, yang dipercaya sebagai mentor.
Herryandi memberikan arahan dan dorongan kepada para peserta selama proses pembelajaran berlangsung. Ia menilai bahwa ketiga pejabat tersebut telah menunjukkan kecakapan berpikir strategis dan semangat transformasi digital yang kuat, sesuai dengan tuntutan birokrasi modern.
Inovasi Tiga Pejabat Kominfo Muba
Para peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain:
1. Daud Amri, SH. – Sekretaris Dinas Kominfo Muba
Usulan: “Penguatan Kinerja Informasi Pelayanan Publik melalui Aplikasi E-SKM pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Musi Banyuasin.”
2. Dela Novitasari, S.STP., M.Si. – Kabid Statistik Dinas Kominfo
Usulan: “Strategi Pemanfaatan Portal Satu Data Muba untuk Meningkatkan Ketepatan dan Konsistensi Data Daerah.”
3. Frans Gustian, S.Kom., M.Si. – Kabid Informasi Publik Dinas Kominfo
Usulan: “Penguatan Layanan Informasi Desa melalui PPID Desa di Kabupaten Musi Banyuasin.”
Respon Positif dari Pihak Pemkot Lubuklinggau
Presentasi ketiga pejabat tersebut mendapat tanggapan positif dari para pejabat Pemerintah Kota Lubuklinggau yang turut hadir sebagai penguji. Sekretaris Daerah Kota Lubuklinggau, Ir. H. Trisko Defriyansa, S.T., M.Si., IPU., ASEAN Eng, mengapresiasi ide pengembangan aplikasi e-SKM, yang menurutnya sangat relevan untuk memperkuat kualitas layanan publik berbasis teknologi. Ia berharap aplikasi tersebut dapat dengan mudah diakses masyarakat melalui perangkat berbasis Android dan iOS.
Di sisi lain, Herdawan, SE., MM, selaku Asisten Administrasi Umum Pemkot Lubuklinggau, menilai bahwa gagasan terkait Portal Satu Data dan PPID Desa sangat mendasar dalam memperkuat tata kelola informasi publik yang transparan dan responsif. Ia menekankan pentingnya peran ASN dalam memberikan layanan terbaik yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Arah Menuju Birokrasi Inovatif
Herryandi menutup kegiatan tersebut dengan harapan bahwa partisipasi dan hasil dari diklat ini menjadi bagian dari pembenahan sistem birokrasi ke arah yang lebih adaptif dan inovatif. “Kami ingin mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan memberdayakan ASN agar mampu bergerak cepat dalam menjawab tantangan daerah. Semua ini tentunya sejalan dengan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati HM. Toha dan Wakil Bupati Kyai Rohman, menuju Muba Maju Lebih Cepat,” ujarnya.









