Pemkab Banyuasin Bersama PLN Gencarkan “Kilau Songket”, Bawa Tenun Kembang Pedade Menembus Pasar Global

204 dibaca
BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Komitmen kuat untuk mengangkat martabat perempuan dan melestarikan warisan leluhur terus ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin. Melalui langkah strategis yang menginspirasi, Pemkab Banyuasin resmi meluncurkan Program Kilau Songket Banyuasin di Desa Merah Mata.

​Program yang dibuka langsung oleh Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., ini bukan sekadar kegiatan seremonial biasa. Di balik benang-benang emas yang ditenun para perajin, tersimpan harapan besar untuk menggerakkan roda ekonomi desa sekaligus memperkenalkan mahakarya budaya lokal ke panggung dunia.

​Program ini lahir dari buah manis sinergi dan kolaborasi apik antara Pemkab Banyuasin, PT PLN (Persero) UIP3BS UPT Palembang, serta Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) melalui pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Mengusung tema “Mengenalkan Budaya, Menggerakkan Ekonomi Desa Merah Mata”, fokus utamanya adalah menghidupkan kembali kejayaan tenun songket khas Banyuasin, terutama motif legendaris Kembang Pedade.

Advertisement

​Bagi para perajin lokal—yang sebagian besar adalah perempuan—kehadiran program ini membawa angin segar dan secercah harapan baru. Selama ini, potensi besar para perajin seringkali terkendala oleh keterbatasan alat, pemasaran, hingga jangkauan pasar.

​Wakil Bupati Netta Indian menyampaikan keyakinan mendalamnya bahwa kriya songket Banyuasin memiliki kualitas yang mampu bersaing di kancah internasional.

​”Insyaallah dengan adanya kegiatan ini, Kabupaten Banyuasin tidak hanya menghasilkan songket Kembang Pedade untuk dikenal di wilayah sendiri, tapi juga dikenal di Provinsi Sumatra Selatan, skala nasional Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan untuk di skala internasional,” ujar Wabup Netta penuh optimisme.

​Tidak tanggung-tanggung, Program Kilau Songket Banyuasin dirancang dengan pendampingan yang komprehensif dan berkelanjutan. Berbagai dukungan nyata yang disiapkan meliputi:

  • ​Dukungan sarana dan prasarana produksi yang memadai bagi perajin.
  • ​Pelatihan tenun songket intensif untuk menjaga standar kualitas.
  • ​Pelatihan menjahit produk turunan guna menciptakan variasi produk yang lebih modern dan diminati pasar luas.
  • ​Dukungan pemasaran dan legalitas untuk mendongkrak daya saing produk.
  • ​Fasilitasi keikutsertaan dalam berbagai pameran bergengsi.

​Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat perekonomian keluarga perajin, sekaligus menjaga agar kearifan lokal Banyuasin tidak lekang oleh zaman.

​Peluncuran program ini turut dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya General Manager PLN UIP3BS Elvanto Yanuar Ikhsan, Manager PLN UPT Palembang Hasbullah, Sekjen ISSF Nurul Iman, Plt. Kepala Dinas Perindustrian Sumsel Mohammad Taufiq, S.IP, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Banyuasin Adam Ibrahim, S.E., M.Si, serta sejumlah kepala dinas terkait dan Kepala Desa Merah Mata Seftian, S.IP.

Bagaimana Menurut Anda?