Proyek Penggalian Jaringan Gas Rumah Tangga Di Sungai Lilin Resahkan Warga

3.400 dibaca
Proyek Penggalian Jaringan Gas Rumah Tangga Di Sungai Lilin Resahkan Warga

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA- Warga Kecamatan Sungai Lilin dan Bayung Lincir Kabupaten  Musi Banyuasin( Muba) Sumatera Selatan resah. Pasalnya pengerjaan proyek galian jaringan gas rumah tangga ( Jargas) yang di kerjakan oleh subkon PT.MJP di kawasan tersebut diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP)

Ketua Rt 05/ Rw 04 Kelurahan Sungai Lilin Jaya Kecamatan Sungai Lilin Ansori Hs senin (21/12/2020).menyebut, proyek tersebut menyebabkan meghambat aktifitas dan merugikan warga -warg. karena, akses jalan rumah tangga tertutup

Advertisement

“Pengerjaan proyek ini dengan cara menggali jalan ke rumah tangga , setelah itu belum dikembalikan seperti semula, dan tidak di kasih bantuan jalan untuk kendaraan warga, agar bisa keluar masuk , dan menyebabkan jalan kami ini jadi rusak saat turun hujan”, serunya kepada awak media di lokasi proyek.

Kondisi tersebut, imbuhnya, saat hujan turun membuat jalan jadi rusak dan becek bila hujan , sehingga menyulitkan melintasi jalan dan kendaraan mereka terkurung tidak bisa keluar.

“Kita yakin, ini ada SOP yang tidak mereka kerjakan”, tambahnya.

Menurutnya, pihaknya telah mengajukan protes kepada pihak kontraktor yang mengerjakan Proyek Pt.Hk dan Subkontraktor Pt.MJP tersebut. Jika tidak ditanggapi atau jalan yang sudah mereka gali tidak kunjung mereka perbaiki, tegasnya, maka pihaknya meminta pekerjaan penggalian Jargas tersebut dihentikan dulu.

Senada disampaikan Fahmi .SH,MH Ketua LBH ILC ( Lembaga Bantuan Hukum Ijtihad Lawyers Center ) Sumatera Selatan mengatakan bahwa , kontraktor jangan hanya mengejar keuntungan semata, namun juga harus memiliki sisi kemanusiaan. Jangan sampai proyeknya selesai tapi fasilitas umum dibiarkan rusak akibat proyek tersebut ,tandasnya.”

Rekanan Kontraktor yang bergabung dengan Pt.Hk memang benar- benar tidak mengikuti petunjuk kerja yang ada, buktinya galian pipa yang masih di penuh dengan air , Pipa jaringan gas ( jargas) tersebut dipaksakan di masukkan dan ditimbun tanpa ada lapisan lantai kerjanya ( Pasir), hal seperti itu tentunya pekerjaan Kontraktor sudah melanggar aturan dan asal- asalan”. Tutupnya.

Bagaimana Menurut Anda?