
BUANAIDONESIA.COM, SUMSEL – Dengan Menurunkan 25 anggota, Satuan Polisi Pamong Praja ( Sat Pol pp) dipimpin langsung Kasi Tibum Pol PP Banyuasin M. Dirsyah, memburu 9 orang anak punk yang selama ini meresahkan warga Kecamatan Talang kelapa. Sayangnya, dari 9 orang, hanya 5 yang tertangkap.
Meski hanya lima orang yang tertangkap dan diamankan. Namun Para anggota harus melakukan pengejaran hingga terjun ke anak sungai Gasing. Sebab banyak para anak punk melarikan diri loncat ke sungai.
Kasi Ketertiban Umum Sat Pol PP Banyuasin, M. Dirsyah kepada BUANAINDONESIA.COM, Mengatakan, penangkapan para anak punk tersebut didasari adanya laporan masyarakat.
“Berdasarkan dari laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan anak-anak punk tersebut. kami bersama anggota langsung turun ke lokasi untuk merazia anak-anak punk tersebut, Anak punk tesebut dari wilayah Palembang, dan satu orang berasal dari jakarta, Yang sudah menetap selama 14 hari di Palembang ini.” Ucap, M. Dirsyah Rabu (05/04/17).
Dijelaskannya, dari laporan masyarakat, anak punk itu berulah melakukan pemalakan. Serta barang-barang disekitar ruko ada yang hilang.
“Anak-anak punk tersebut kita bawa ke kantor pol pp beserta barang-barang milik mereka seperti gitar, sisir, dan pipa serta ayunan untuk mereka bermain, kemudian mereka diberi surat pernyataan dan serta surat perda No 10 Tahun 2009, tentang Ketertiban umum, dengan harapan mereka tidak lagi mengulangi perbuatan mereka yang meresahkan masyarakat”ujarnya.
Dirinya juga mengaku agar mereka tidak lagi mengulangi perbuatan yang meresahkan pihaknya akan terus melakukan patroli diberbagai titik rawan anak-anak punk.
“Kami melakukan patroli rutin untuk anak punk, seperti di kecamatan Talang kelapa, Banyuasin III dan Suak tapeh serta Betung, “tandasnya.
Sementara itu, KasatPol PP Banyuasin, Drs. Anthony liando. MM ketika disambangi diruangannya membenarkan giat razia yang dilakukan anggotanya, yang merupakan agenda rutin Pol PP.
“Kegiatan rutin yang dilakukan oleh anggota kita dalam membasmi Gepeng, Orang Gila, dan Anak punk, namun juga tergantung dengan laporan warga atau tokoh masyarakat bila mereka melihat disekitar mereka ada yang meresahkan, bisa langsung melalui sms, langsung kita tanggapi dan akan kita razia”ucapnya.
Ditanya mengenai sangsi bagi anak-anak punk yang tertangkap, dirinya mengaku sementara ini baru memberikan sangsi secara tertulis dan sangsi yang masih ringan.
“Belum ada sangsi yang ekstrem namun kita hanya meminta mereka membuat surat pernyataan dan menyanyikan lagu wajib Indonesia.”tukasnya.








