Buanaindonesia.com – Jajaran Reskrim Polres Muara Enim berhasil meringkus dua orang dari empat orang komplotan bandit yang di duga sering terlibat aksi pecah kacah yakni Junaidi (37) dan Tabrani (27) yang sama-sama merupakan warga Linggau.
Keduanya tertangkap tangan saat nekat melakukan aksi pencurian uang senilai Rp 126 juta milik Jeni Ahman (38), warga Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Pali, Kamis,(04/06/2015) sekitar pukul 12.30 Wib, di jalan Jend Sudirman tepatnya tak jauh dari rel kereta api Muara Enim.
korban pencurian tersebut adalah Jeni Ahman (38) yang merupakan warga Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Pali.
Di hadapan penyidik, kedua pelaku mengaku sebelum melakukan aksi, mereka melakukan pengintaian terlebih dahulu kepada calon korbannya.
“Kami berempat, kami di ajak Iwan (Buron) dan Mang (Buron) saya bertugas yang masuk kedalam bank dan mencari target yang tengah melakukan transaksi pengambilan uang di bank. Sebelumnya kami dari Lahat, lalu masuk kebeberapa bank seperti BCA, Mandiri dan BRI, namun disana tidak ada yang mengambil uang. Akhirnya, kami ke Tanjung Enim dan mendapatkan korban, tapi belum mendapatkan uangnya kami malah tertangkap,” terang tersangka Tabrani.
Ditambahkan Junaidi, sebelum melakukan aksi, mereka berbagi peran, dimana ada yang bertugas mencari mangsa, ada yang memasang paku yang diletakan dibawah ban mobil, berjaga di parkiran, mengeksekusi dan yang membawa kabur hasil curian.
Sementara itu Kapolres Muara Enim, AKBP Nuryanto melalui Kasat Reskrim, AKP Khalid Zulkarnaen didampingi Kanit Pidum,Iptu Acep Yuli Sahara membenarkan bahwa telah mengamankan dua orang tersangka pelaku pencurian.
“Dua tersangka sudah kita amankan di Polres Muaraenim untuk diperiksa, sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” katanya.
Dikatakannya, dari kedua pelaku tersebut petugas akan mengorek keterangan lebih dalam untuk mengungkap dimana saja mereka telah melakukan tindak kejahatan.
“Tidak menutup kemungkinan, ada TKP lain dan diduga para tersangka ini juga terlibat dalam aksi pecah kaca yang sering terjadi. Untuk itu, kita akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya. (Siswanto)








