SKK Migas Dukung Field Trial Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Targetkan Kenaikan Produksi hingga 50 Persen

2.839 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID JAMBI- SKK Migas menyambut peresmian Field Trial (FT) Injeksi Chemical di Lapangan Meruap, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (1/3/2026), sebagai langkah strategis untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional di tengah tantangan pengelolaan lapangan mature.

Program FT Injeksi Chemical ini dilaksanakan oleh Kerja Sama Operasi Pertamina EP bersama Samudera Energy Bandar Wijaya Property (KSO BWP Meruap) melalui penerapan metode Improved Oil Recovery (IOR). Inisiatif ini diharapkan mampu mengoptimalkan produksi dari lapangan eksisting sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung target lifting minyak pemerintah.

Advertisement

Direktur Utama PT Samudera Energy BWP Meruap, Pantja Sunu Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan SKK Migas sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan field trial, sehingga proyek dapat berjalan sesuai jadwal. Ia menegaskan bahwa dukungan regulator menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk memaksimalkan kegiatan operasi dan produksi di Lapangan Meruap.

Menurutnya, proyek ini merupakan field trial pertama di wilayah KSO bersama Pertamina EP dan diharapkan menjadi model pengembangan EOR/IOR pada lapangan-lapangan sejenis di Indonesia. Injeksi chemical dilakukan pada dua pattern sumur, yakni M-15 dan M-47 menggunakan Starborn SeMAR, serta satu pattern M-07 menggunakan RCT A-127. Seluruh chemical yang digunakan diproduksi di dalam negeri, mendukung penggunaan produk lokal dalam industri hulu migas.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, secara terpisah menjelaskan bahwa Lapangan Meruap telah memasuki tahap Tertiary Recovery dan tergolong lapangan mature dengan tantangan berupa penurunan tekanan reservoir dan peningkatan water cut. Ia menyebut pelaksanaan field trial injeksi chemical ini menjadi peluang untuk implementasi injeksi chemical dan extended stimulation (ES) secara lebih luas pada lapangan-lapangan mature di Indonesia.

Djoko menegaskan bahwa optimalisasi produksi dari lapangan eksisting menjadi bagian penting strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak di tengah dinamika energi global. Selain itu, ia mengingatkan seluruh tim agar mengutamakan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE) dalam setiap tahapan kegiatan. Keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, serta kepatuhan terhadap regulasi menjadi prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Lapangan Meruap merupakan aset Pertamina EP yang dikerjasamakan dengan BWP Meruap melalui skema KSO sejak Juli 2014. Pada tahap produksi primer, lapangan ini pernah mencapai produksi puncak sekitar 5.000 barel minyak per hari (BOPD), sementara pada tahap sekunder sekitar 2.500 BOPD.

Penerapan field trial injeksi chemical pertama di wilayah KSO ini ditargetkan mampu meningkatkan perolehan hidrokarbon secara ekonomis hingga sekitar ±16 persen melalui 16 sumur, terdiri dari tiga sumur injeksi dan 13 sumur produksi. Program ini juga diproyeksikan menambah cadangan sekitar 50 ribu barel serta menghasilkan produksi incremental hingga 280 BOPD, atau naik sekitar 50 persen dari baseline produksi pada tiga pattern sumur tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi katalis peningkatan produksi migas nasional berbasis optimalisasi lapangan mature.

Bagaimana Menurut Anda?