Tak Kebagian Air, Sawah di Air Selatan Kini Jadi Kebun Semangka

30.283 dibaca
Tak Kebagian Air, Sawah di Air Selatan Kini Jadi Kebun Semangka
Senggiiring warga Desa Air Selatan jaya saat memanen buah semangka di area sawah miliknya Rabu (01/03/17)

BUANAINDONESIA.COM SUMSEL – Lantaran tak mendapat pasokan air, lahan persawahan yang ada di Desa Air Satan indah Jaya, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan kini beralihfungsi menjadi perkebunan semangka. Hal itu dilakukan untuk mengfungsikan lahan persawah yang kering agar tetap produktif.

Senggring (41) warga Desa Air Satan mengakui, dirinya sudah hampir lima tahunan mengalih fungsikan lahan persawahannya dengan menanaminya dengan pohon Semangka. “Karena lahan sawah ini tidak pernah mendapat pasokan air, sehingga saya menanaminya dengan Semangka agar tetap menghasilkan,” kata Senggring saat dibincangi di kebunya,Rabu (01/02/2017).

Advertisement

Ia mengatakan jika dengan lahan yang hanya luasnya sekitar satu hektar, ia mampu memanen sebanyak sekitar 25 ton buah semangka yang siap untuk dipasarkan. “Kalau perawatannya maksimal hasil bahkan bisa lebih dari itu. Kalau saya ini satu minggu sekali melakukan pemupukan dan pupuk yang digunakan yakni jenis pupuk kimia dan pupuk kandang,” tutur ia.

Dikatakannya, sementara untuk pemasaran hasil panennya, pihaknya kini tak lagi kesusahan. Hal tersebut dilakukan banyaknya permintaan dari konsumen dari daerah lain. “Kalau pemasaran mah gampang mas, sudah banyak yang mesan. Untuk panen ini kita akan kirim ke Palembang, Jambi dan bengkulu dan sekali hasil panen ini bisa langsung kita jual habis,” ucapnya.

Untuk buah Semangka yang ia budidayakan sambung ia, ada dua jenis yakni jenis Semangka Jupe dan juga jenis Inul. Sementara untuk harga dua jenis ini ada selisih yang lumayan. “Kalau untuk yang jenis Jupe ini harganya Rp4 ribu perkilonya, sedangkan untuk yang jenis Inul ini hanya sekitar Rp3 ribu saja. Dua jenis tersebut memiliki perbedaan di ukuran dan warnanya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk Semangka jenis Jupe memiliki ukuran yang lebih besar dan warnanya yang tidak terlalu hijau. Sedangkan untuk yang jenis Inul ukurannya lebih kecil dan warga terlalu gelap. “Kalau untuk kwalitas sama saja hanya saja yang membedakan ukurannya saja. Dan untuk Semangka jenis inul ini hanya sebagai pengembangbiakan saja atau kata lain hanya jantannya saja,”

Diakuinya, ia sudah hampir lima tahunan membudidayakan Semangka,awalnya sawah tersebut ditanami dengan padi, karena saluran irigasi mati dan air yang tidak pernah sampai ke sawah mereka. “Karena banyak pemilik kolam, jadi air tidak pernah sampai disini. Untuk untuk pasokan air untuk menyuplai pohon Semangka ini, saya membuat sumur bor sendiri,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pihaknya mengharapkan kepada pemerintah Kebupaten Musi Rawas agar menyediakan irigasi bagi para petani yang selama ini lahan persawahannya tak pernah mendapat pasokan air. Sehingga nantinya para petani tersebut kembali menanam padi, hal itu tentunya dapat membantu mempertahankan Kabupaten Mura sebagai lumbung padi.

Sementara itu,Kepala Dinas PU Perairan,Karyasid saat di hubungi melalui ponsel pribadinya mengatakan jika pihaknya akan mengecek masalah itu. Pasalnya pihaknya belum mengetahui hal itu.,”Kita akan turun kelapangan untuk meninjau langsung masalah ini, jika memang ada kita akan selesaikan permasalah ini. Sebab hal ini sangat merugikan masyrakat kusunya petani yang akan menananm padi,”Pungkasnya.

Bagaimana Menurut Anda?