Walikota Palembang, Harnojoyo Dukung Program Sipendah

9.010 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Firli hadiri pelaksanaan Penandatangan  Memotandum of Understanding (MoU) Kesehatan antara Polda Sumsel,  Pemerintah Daerah, Palang Merah Indonesia (PMI) tentang Pembangunan Sistem Informasi Basis Data Golongan Darah (Sipendah)  Anggota Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri yang terintegrasi dalam pemenuhan kebutuhan darah di Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Rekonfu Mapolda Sumsel, Kamis 10 Oktober 2019.

Selain dihadiri Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli. Juga dihadiri oleh Waka Polda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan, Gubernur Sumsel Herman Deru, Walikota Palembang Harnojoyo. Ketua PMI Provinsi Sumsel Febrita Lustia. Ketua PMI Kota Palembang Fitrianti Agustinda. Kabid Dokkes Polda Sumsel Kombes Pol dr Syamsul Bahar. Kepala RS Bhayangkara Palembang AKBP Wahono Edi P. Dirpolairud Kombes Pol Imam Thobroni.

Advertisement

Hadirnya Sipendah Polda Sumsel karena saat ini betapa sulitnya mencari bantuan darah meskipun banyak yang telah mendonorkan darahnya sementara pasien membutuhkan. Untuk itu personil Polda Sumsel bekerja keras memberikan pelayanan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat Polda Sumsel, di bawah Pimpinan Irjen Pol Firli menciptakan inovasi aplikasi berbasis teknologi tentang data base pendonor darah seluruh personil Polda Sumsel yang mencapai 14.733 Person, tercatat dalam Sipendah Polda Sumsel di mana masyarakat dan Polri serta ASN Polda Sumsel dapat mengakses di www.sipendah-poldasumsel.web.id

“Karena kita tentu ingin melihat bahwa apa yang ada sekarang, yang apa yang kita inginkan kedepan, sistem pendonoran dan pendataan bank darah itu agak kesulitan, sehingga kita bangun aplikasi yang kita beri nama SIPENDAH sistem pendonoran darah yang meliputi Sumatera Selatan” ungkap Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli.

Dijelaskan,  tak tanggung tanggung, seluruh personil Polri dan ASN Polda Sumsel, dilibatkan semua, dan mereka siap On Call jika dibutuhkan. Contoh dihadapan para pejabat utama, saat seorang MC menghubungi salah satu anggota Polri di Empat Lawang menyatakan siap mendonorkan darahnya. Sehingga mendapat apresiasi peserta yang hadir dalam MOU tersebut.

“Pak Gubernur juga mengapresiasi, dan akan ditindaklanjuti kepada Pemerintah Kabupaten Kota, saat ini seluruh anggota Polri Polda Sumatera Selatan sudah masuk, dan semua anggota Polri ikut di dalamnya,” ucapnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, beliau mengapresiasi hadirnya SIPENDAH yang diprakasai oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli, dalam menghadapi situasi permasalahan darah bagi yang membutuhkan.

‘Ini merupakan satu satunya yang hadir di Indonesia baru di Provinsi Sumsel khususnya di Polda Sumsel,” katanya.

“Sipendah ini adalah inspirasi yang luar biasa yang digagas oleh Bapak Kapolda Sumatera Selatan ini, tapi saya yakin ini satu satu di Indonesia baru kali ini, saya harap ini efisien terus sampai ke penjuruh tanah air” ujar Herman Deru.

Dengan hadirnya SIPENDAH, kedepan Gubernur Sumsel Herman Deru akan mengikuti sertakan seluruh ASN Pemda dan Pemerintah Kabupaten Kota. Sebagai bentuk berbagai. “Inilah kita menjadi terpanggil jiwa sosial, kita orang yang sehat tergolong orang kuat artinya tentunya dapat bermanfaat bagi si lemah yaitu pendonor darah,” bebernya.

“Tadi sudah dites dikasihnya ternyata anggota kepolisian betul-betul on-call siap dipanggil, dan harapan saya bapak Kapolda tidak keberatan bahwa sipenda ini saya ingin juga mengikutkan ASN Pemprov ASN Pemkot dan seluruh kabupaten kota ini ikuti data sipenda ini untuk dapat juga berbagi dengan si lemah,”  harapnya.

Menurutnya,  hadirnya Sipendah juga dapat menghilangkan para ‘calo calo’ dan jual beli darah selama ini terjadi.

“Kita menghindari ini yang hebat memutus calo memutus orang yang ambil kepentingan dalam pendonor darah ini termasuk menghilangkan jual beli darah. Kan sekarang banyak jual beli darah, “ucapnya.

Hal senada disampaikan Walikota Palembang H Harnojoyo mengapresiasi adanya aplikasi Sipendah ini. Dirinya mengaku akan menginstruksikan instansi terkait untuk mensinergikan aplikasi ini bagi ASN dan non ASN Kota Palembang.

“Sistem informasi basis data golongan darah ini merupakan terobosan yang baik. Tentunya hal ini akan kita dukung dan ikuti, untuk memberikan kebaikan bagi seluruh masyarakat,” (Yanti)

Bagaimana Menurut Anda?