Warga Gagal Tanam, Pakde Slamet Turun Ke Persawahan

10.778 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN,- Didampingi para Kepala Dinas, Kabag dan Kabid, Wakil Bupati Banyuasin, H. Slamet Soemosentono. SH. mendatangi lokasi perkebunan Kelapa Sawit PT. Sri Andal Lestari (SAL) dan PT. Mitra Aneka Rejeki (MAR) yang berada di Desa Sedang, Kecamatan Suak tapeh dan Desa Meranti.

Usai, melakukan peninjauan lokasi yang dikeluhkan oleh masyarakat yang diduga aliran sungai alam telah dialih fungsikan oleh perusahaan menjadi jalan dan di tutup karena di normalisasi oleh perusahaan, berakibat petani mengalami kekeringan dan kebanjiran hingga petani tidak bisa menanam padi, serta tanaman pangan lainnya. Wakil Bupati meminta perusahaan untuk segera melakukan perbaikan aliran sungai agar para petani tetap bisa bercocok tanam.

Advertisement

“Inikan ada permasalahan yang tidak pernah selesai, Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi diantara dua perusahaan, “Kata, Wakil Bupati Banyuasin ketika dibincangi. Rabu, 8/23. Kemarin.

Ditambahkannya, permasalahan yang paling pokok mereka tanggapi terkait keluhan masyarakat yang gagal menanam padi, akibat aliran sungai yang dialihkan oleh perusahaan dan di rubah menjadi badan jalan oleh perusahaan.

” Jelasnya ada lahan Desa Lubuk Lancang yang di kerjakan oleh petani dari warga Senda, Banjar Sari dan Tirta Mulya, ternyata PT. SAL menerobos dan menutup sawah masyarakat ini, akibatnya masyarakat tidak bisa bertani, tidak bisa menanam padi, sudah kita kroscek, volumenya ada 7KM. Kami minta Perusahaan harus membuat tanggul untuk para petani, saya berada pada posisi masyarakat, posisi petani, sebab Banyuasin merupakan Kabupaten Lumbung pangan nasional, “Ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Banjar Sari. Ilyas Nurkholis. mengapresiasi tindakan tegas dari Wakil Bupati Banyuasin yang turun langsung ke tengah sawah untuk melihat lahan warga yang gagal menanam padi akibat aliran sungai yang di ubah oleh perusahaan.

“Saya mewakili masyarakat sangat berterima kasih sekali kepada Pakde Slamet yang telah datang ke lokasi, melihat lahan kami, kami sebagai masyarakat sangat dirugikan, selama ini sebelum di normalisasi oleh Perusahaan kami tidak pernah gagal tanam, sekarang kami susah untuk menanam padi,”Katanya.

Dengan datangnya wakil Bupati Banyuasin, Lanjut Ilyas Nurkholis. Normalisasi dan pembuatan tanggul yang akan dilakukan oleh perusahaan nantinya, agar dikerjakan sebaik mungkin.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada Pakde, tentu harapan kami untuk normalisasi sungai dan pembuatan tanggul agar dilakukan sebaik mungkin, normalisasi yang memang normalisasi, tanah atau lumpurnya harus dinaikkan ke darat, jangan yang dinaikan hanya rumput, ecek gondok dan ranting kayu saja, kemudian tanggul kami berharap tanggul yang bisa mengalirkan air, dan tanggul kiri kanannya ada tanah yang di naikan,”Ujarnya.

Masih kata Ilyas, Lahan sawah yang diusahakan oleh masyarakat tersebut seluas 1.500 H. Akibat dari Ulah Perusahaan tersebut masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa.

“Luas lahan 1.500 H, sebelum ada ulah dari PT. SAL ini kami selalu berhasil menanam, dan memanen, sekarang kami tidak mendapat apa-apa, padahal Kabupaten Banyuasin ini merupakan Lumbung pangan, dan kami masyarakat merupakan orang-orang yang mewujudkan hal tersebut, kalau seperti ini kami bisa gagal bertani, “tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?