” Sebelum korban ditarik ke dalam sungai Orang tua korban sempat tarik menarik, Ayahnya memegang tangan korban, ibunya menganggu mulut buaya sambil memukul kepala buaya dengan sepotong kayu, tetapi gigitan buaya memperebutkan anaknya namun mereka kalah kuat dengan buaya, akhinya anaknya dilepaskan dari pegangan,” Kata Paman korban, Teguh menirukan cerita Fauzi ayah korban.
Setelah kejadian tersebut, lanjutnya korban dibawa ke dalam sungai yang dalam dengan lebar sungai lebih dari 100 meter tersebut korban langsung menghilang dari permukaan air ditengelamkan. Sampai berita ini diturunkan korban belum jua ditemukan, ratusan orang berkumpul hingga tengah malam melakukan pencaharian.
” Karena keterbatasan peralatan dan tidak adanya perahu akhirnya kami menunggu bantuan dan menghubungi siapa saja yang memiliki perahu, kami berharap agar ponakan saya yang jadi korban segera dilepaskan oleh buaya, dan kalaupun tidak diketemukan kami berharap ada setitik tanda yang bisa ditemukan untuk dimakamkan di makam keluarga,” tuturnya.
Sementara Ketua Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari, Darminto mengaku, lokasi kejadian merupakan daerah yang dikenal terdapat banyak buaya
“Disitu dahulunya tempat penambatan kapal Jepang, ada disitu gunung 7. Gunung 7 maksudnya adalah tempat tentara jepang menempatkan mariam atau senjata perang zaman kemerdekaan. Disitu ada banyak cerita mistis sebab ada buaya siluman yang bisa menjelma mahluk kasar dan konon banyak tentara jepang menjadikan tempat tersebut sebagai pelabuhan kapal perang mereka,” kata Darminto.
Darminto menambahkan dengan kejadian ini semoga bisa dijadikan pelajaran bagi siapa saja yang akan bersawah di tempat tersebut.
” Disini banyak cerita mistis, barang siapa yang berkata jelek maka ada saja yang ditemui di lokasi persawahan tersebut, dan perlu di ingat tidak hanya buaya binatang reptil ular juga lebih banyak disini,” tukasnya.
Terpisah PLT Kades Santan Sari Gatot Sailendra saat dikonfirmasi membenarkan ada warganya yang diserang buaya.
“Kami sudah melapor ke Polsek Pangkalan Balai, dan saat ini kami di TKP melakukan pencarian korban,” ujarnya.
Dirinya mengaku sedih atas musibah yang menimpa wargnya tersebut, dan dirinya berharap semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi warganya.
” Dari kejadian ini semoga menjadi hikmahnya bagi kita, terutama bagi seluruh warga santan sari. Kalau sudah tahu ada reptil buaya hindari sungai besar, dan saya harap kedepan agar lebih berhati-hati lagi, ” himbaunya.










