
PALEMBANG, buanaindonesia.com– Jumlah peserta Program Jaminan kesehatan masyarakat melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tahap awal di sumsel sebanyak 7.837 294 orang. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) itu sudah dilaunching oleh gubernur Sumsel H. Alex Noerdin pada 1 Januari 2014 kemarin bertempat di RS Mata Palembang.
Kepala PT Askes, Handaryo kepada wartawan mengatakan, Ini bukan perubahan besar PT Askes menjadi BPJS, tetapi perubahan besar sistem jaminan sosial yang tadinya dikelola secara sendiri-sendiri, tapi ke depan akan dikelola langsung oleh satu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau dikenal dengan sebutan BPJS. “BPJS bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” katanya.
Untuk Sumsel, Handaryo menjelaskan, tahap pertama ini sudah ada sekitar 7.837 294 peserta BPJS meliputi BPJS-PBI (Jamkesmas), TNI/Polri, PNS pensiunan dan JPK Jamsostek.
“Pada pada tahap ke II kita harapkan seluruh warga Sumsel yang belum menjadi peserta BPJS pada 2019 sudah semua menjadi peserta BPJS,” jelasnya seraya mengatakan, untuk warga yang tidak mampu diibayar oleh negara sebesar Rp 19.225 per orang per bulan memperoleh pelayanan di Kelas III, Sedangkan, untuk masyarakat umum, yang menerima upah mandiri, sektor informal Itu sesuai dengan pilihannya namun mereka dikenakan biaya sesuai dengan kelas yang dimininati. Adapun biayanya kelas II RP 45 ribu dan kelas I Rp 60 ribu. (War)







