
MUSI RAWAS, buanaindonesia.com– Pembangunan yang dilakukan menggunakan anggaran Negara semestinya dapat dimanfaatkan dan dapat bermanfaat bagi masarakat, setidaknya dapat menggerakkan perekonomian yang ada, namun gambaran ini tidak seperti yang terlihat di ruko dan pasar distrik agropolitan Simpang Nibung kecamatan Rawas Ulu yang dibangun dengan uang Negara, sejak di bangun dua tahun lalu bangunan ini belum pernah difungsikan dan kondisnya saat ini sudah mulai rusak dan terkesan terbengkalai.Ruko dan pasar distrik agropolitan tersebut terletak di desa Simpang Nibung, tepatnya di jalan lintas perbatasan Musi Rawas dengan provinsi jambi kondisnya sangat memprihatikankan. Pada bagian bagunan ruko sudah banyak mengalami keretakan begitu juga bangunan halaman ruko yang pada awalnya di semen rapi tapi kini sudah pecah – pecah pada sisi lain bangunan ada semennya yang ambrol.
Kondisi yang sama juga terlihait di bagian bangunan pasar yang tempatnya tidak berjauhan, terlihat bangunan pasar tersebut belum sama sekali di fungsikan sejak di bangun dan bangunanya sendiri sudah rusak parah muali dari keramiknya sudah muali lepas sampai kepada atap yang sudah hilang sama sekali. “Ruko itu hanya beberapa unit yang dipakai, selebihnya tiadak. Sama halnya dengan bangunan pasar tersebut kondisnya sudah rusak parah padahal belum digunakan,” kata Her (42) yang mengaku sebagai warga setempat.
Ditambahkannya, seperti yang bisa terlihat hanya ada dua ruko distrik agropolitan simpang nibung, yang difungsikan itupun digunakan untuk kantor kepala desa. Kondisi bangunanya bisa terpantau sudah mengalami kerusakan parah dan dibiarkan terbengkalai seperti saat ini. “Kalau waktu pembangunannya, katanya ruko dan pasar itu untuk mendukung program Musi Rawas sebagai bumi agropolitan tapi kalau melihat kondisi saat ini saya juga tidak tahu untuk mendukung program apa lagi,” urainya
Sementara Camat Rawas Ulu Azhar Ibrahim kepada wartawan mengatakan pihaknya juga sangat menyayangkan dan merasa prihatin karena ruko dan pasar distrik agropolitan tersebut kondisinya dibiarkan rusak dan terbengkalai. Namun yang bersangkutan juga tidak mengerti alasannya mengapa bangunan ruko dan pasar tersebut tak kungjung difungsikan.
“Sebenarnya sayang, bangun ruko dan pasar ini dibiarkan rusak dan terbengkalai tapi alasannya belum difungsikan saya juga tidak tahu,” demikian tandasnya. (imam)






