PWI Perwakilan Muba Masa Bhakti 2012-2015 Resmi Dilantik

8.710 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia– Kevakuman kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) perwakilan kabupaten Musi Banyuasin (Muba) selama kurang lebih dua tahun, akhirnya terjawab sudah.

Konferensi PWI cabang Sumatera Selatan dibantu oleh panitia pembentukan kepengurusan PWI perwakilan Muba beberapa waktu lalu menyelenggarakan pemilihan pengurus baru masa bakti 2013-2015 mendatang, dimana dalam rapat tersebut dengan melakukan proses pemilihan suara akhirnya Kurnaidi dari media Sentral Post dikukuhkan menjadi ketua PWI perwakilan Muba periode 2013-2015 sesuai dengan surat keputusan PWI Cabang Sumatera Selatan nomor 158/PWI-SS/SK/XI/2012 tentang pengukuhan pengurus PWI perwakilan kabupaten Musi Banyuasin masa bakti 2012-2015.

Advertisement

Dengan susunan pengurus Sardinan Delisep, Junaidi Djamid, Jon Kenedy dan Soleh Naim selaku dewan penasehat.

NM Charles selaku wakil ketua I, wakil ketua II Erwin Manmora, wakil ketua III Richan Joe, wakil Ketua IV Imran Alkhudrie, Sekretaris Edy Parmansyah, wakil Seketaris Charles, Bendahara Heriyanto, wakil bendahara Wahyu Kurniawan, koordinator bidang kesejahteraan Indra Wijaya, koordinator bidang pendidikan Iriansyah, Agus Ediwijaya, koordinator bidang pembelaan wartawan Yudho Handoko dan Satoto Waliun.

Pelantikan pengurus PWI Muba masa bakti 2012-2015 di Auditorium Pemkab Muba itu dihadiri oleh kepala bidang PWI Pusat H Atal S Defari, Ketua PWI Cabang Sumatera Selatan H Oktaf Riadi, wakil ketua I  Jon Heri, wakil ketua II Agus Hermawanto, Bupati Muba H Pahri Azhari, Sekda Muba, Asisten I, Asisten II, SKPD dalam lingkup Pemkab Muba, Kapolres Muba, Kodim 0414 Muba, serta undangan (12/12).

Dalam sambutannya, Kurnaidi selaku ketua PWI perwakilan Muba terpilih mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan terhadap dirinya untuk memimpin PWI perwakilan Muba 3 tahun kedepan.

Kurnaidi berjanji akan menjalankan roda organisasi PWI bersama pengurus atas dukungan dari berbagai pihak, sehingga wartawan yang bertugas di Muba khususnya dapat menjalankan fungsi dan perannya sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Adapun program PWI perwakilan Muba kedepan diantaranya adalah melaksanakan orientasi bagi wartawan yang belum memiliki organisasi pers, mengadakan sekolah jurnalistik (SJI), meningkatkan kopetensi wartawan dalam bentuk uji kopetensi wartawan (UKW), melaksanakan kegiatan hari pers nasional (HPN), dan program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi kinerja dari pers itu sendiri, ungkap Kurnaidi.

Sementara itu, Oktaf Riadi SH selaku ketua PWI cabang Sumatera Selatan mengatakan bahwa pentingnya sumber daya manusia yang kopetensi atas kerja jurnalistik dalam memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar dan bermanfaat, serta terwujudnya tugas pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.  “Profesi wartawan itu mulia, karena memberikan informasi kepada masyarakat tanpa mengenal waktu. Karena itu, jadikanlah profesi wartawan yang professional yang mengacu pada kode etik jurnalistik,” ujarnya.

Senada dikatakan kepala bidang PWI Pusat, H Atal S Defari, bahwa sangat pentingnya uji kopentensi wartawan guna meningkatkan kopetensi profesi wartawan itu sendiri. Sumsel pertama kali mengadakan sekolah jurnalistik Indonesia, setelah itu dilanjutkan dengan program uji kopetensi wartawan (UKW).

Menurut Atal, PWI selaku organisasi profesi, tugas dan tanggung jawab utamanya adalah bagaimana berupaya untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Saat ini masyarakat pers minta kepada dewan pers terkait sertifikasi wartawan.  Karena banyaknya oknum yang merusak profesi wartawan.

“saat ini banyak sekali petualang-petualang yang merusak profesi wartawan, oleh karena itu 19 group besar perusahan pers saat HPN tahun 2010 mereka sepakat untuk menanda tangani piagam sertifikasi wartawan dan hingga kini sudah berjalan” ungkap Atal

Oleh karena itu, Atal mengharapkan seluruh wartawan khsusunya di Muba disertifikasi dan lulus uji kompetensi wartawan, sehingga menjadikan wartawan yang prefesional dan mengacu pada kode etik jurnalistik.

Menutup pembicaraannya, Atal mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba karena melalui humasnya, telah merespon secara positif kegiatan pers di ruang lingkup kabupaten Musi Banyuasin, “kalau kami rusak tentu kegiatan Bapak (instansi-red)juga rusak, oleh karena itu Bapak juga mempunyai kewajiban untuk membenahi keprofesionalan wartawan”, ujar Atal.

Menyikapi hal itu, Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari mengucapkan selamat atas  terbentuknya PWI perwakilan Musi Banyuasin yang terpilih, semoga selaku mitra pemerintah dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan Muba kedepan.

Menanggapi adanya oknum wartawan yang belum bekerja secara professional, H Pahri Azhari mengatakan tidak semua wartawan seperti itu, “Tidak semua wartawan yang bertugas di Muba “minor”, selama ini sudah cukup baik dan bermitra dengan pihak pemerintah, ada juga yang masih belum memuaskan, namun kita terus membenahi sesuai dengan kode etik kita masing-masing, Insya Allah kedepan wartawan di Muba akan menjadi wartawan yang The Best”, ungkap Pahri.

Lebih lanjut Pahri mengatakan, pihaknya akan selalu mensuport kegiatan positif dari PWI perwakilan Muba termasuk pelaksanaan hari pers propinsi yang akan dilaksanakan di kabupaten Musi Banyuasin kedepan. Selain itu, beliau juga berjanji akan membangun kantor PWI Muba plus dengan penginapan wartawan.

Kata pelantikan dipimpin langsung oleh ketua PWI cabang Sumsel H Oktaf Riadi SH dan diteruskan dengan penyerahan baju berlogo PWI kepada Bupati Musi Banyuasin H Pahri Azhari oleh kepala bidang PWI Pusat H Atal S Defari. (bi/c)

Advertisement