Sekayu Tanpa Traffic Light

7.846 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia– Kepadatan arus lalu lintas di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, kian hari kian meningkat.  Jumlah kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat dan sebagainya yang berlalu lalang didalam kota Sekayu itu sendiri semakin memadat.

Namun peningkatan jumlah kendaraan yang terus bertambah tersebut tidak diimbangi dengan pemasangan traffic light (lampu pengatur lalu lintas) terutama diperempatan jalan yang dianggap berbahaya dan rawan kecelakaan.

Advertisement

Sudah barang tentu kondisi ini membuat beberapa ruas jalan di dalam kota Sekayu rawan kecelakaan, terutama di daerah persimpangan, seperti di simpang empat Kayuara-Randik, simpang empat Muara Teladan-Pasar Sekayu (depan perumahan Bupati Muba), simpang empat JM – SMP Muhamadiyah, simpang pertigaan Sukarami-Sekayu (SD 10) dan beberapa tempat dalam kota sekayu yang dianggap rawan lakalantas.

Yohanes (33), warga Sekayu saat dikonfirmasi mengharapkan adanya traffic light dalam kota Sekayu, terutama pada persingpangan yang saat-saat tertentu arus lalu lintas padat .

“sudah sewajarnya dalam kota Sekayu dipasang lampu rambu-rambu (traffic light), karena selain kepadatan kendaraan yang berlalu lalang juga banyaknya aktifitas baik kantor maupun anak-anak sekolah yang berlalu lalang disaat jam sibuk”, ungkap Yohanes.

Senada dikatakan Purwasih (35), keberadaan traffic light didalam kota Sekayu memang sudah sepatutnya untuk dipikirkan, karena selain daerah tersebut sudah kian padat juga banyaknya jalur padat lalu lintas yang bersimpangan.

“saat dipagi hari seluruh aktifitas masyarakat pengguna jalan tumpah, tidak terkecuali pegawai dan anak-anak sekolah yang mengendarai kendaraan roda dua, oleh karena itu, terkadang saya merasa cemas saat melintas dipersimpangan, terutama di simpang empat Kayuare dan simpang empat depan perumahan Bupati”, ungkap Purwasih. (bi)

Advertisement