PLN Drop, Warga Geram

9.012 dilihat

MUSI BANYUASIN, buanaindonesia.com- Akibat spaning listrik PLN turun hampir setiap hari menjelang malam berkisar pukul 17.30 wib sampai dengan 21.00 wib. di tiga kecamatan yaitu  kecamatan Sungai Lilin, kecamatan Tungkal Jaya dan Kecamatan Bayung Lencir dalam kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dikeluhkan masyarakat.

Kejadian yang terus berulang tersebut membuat warga geram dan mengancam mogok melakukan pembayaran, karena dianggap tidak dapat memberikan pelayanan maksimal terhadap kepentingan masyarakat pada saat warga sedang berada dirumah melakukan aktifitas beribadah, nonton televisi (santai), makan malam dan lain sebagainya.

Advertisement

Meri (35) warga kecamatan kecamatan Bayung Lencir saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu  mengaku geram dengan pelayanan yang diberikan oleh pihak Perusahaan Listrik Negara ini. Bahkan selain spaning turun, listrik menjelang malam juga sering mati dengan dadakan tanpa ada pemberitahuan.

“Setiap menjelang malam, kami tidak bisa menghidupkan air, kulkas, televisi. Bukan hanya itu, kondisi lampu pun redup dan nyaris tidak menyala”, cetus Meri.

Meski kondisinya seperti itu, namun pembayaran pemakaian selalu kami lakukan, Hal ini tentunya sangat merugikan warga dan jika hal ini terus terulang tanpa adanya solusi maka warga akan melakukan aksi “mogok bayar”, imbuh Meri seraya mengatakan hal tersebut sudah terjadi dari tahun 2010.

Bukan hanya itu, beberapa pengusaha yang berada disekitar kecamatan Tungkal Jaya pun merasa dirugikan,  akibat usahanya sering tutup pada malam hari dan ada juga yang memanfaatkan jasa genset untuk penerangan.

Yungbis salah satu warga tampang baru dikecamatan Tungkal Jaya merasa sangat dirugikan akibat ulah PLN tersebut, “setiap hari menjelang malam kondisi lampu selalu redup, nanti sekitar pukul 21.00 wib baru sedikit normal. Oleh karena itu kami selalu membeli bensin kurang lebih 3liter setiap malam untuk menggunakan genset”, ungkapnya

Yungbis meminta kepada pihak pemerintah untuk mencarikan solusi terkait hal ini, sehingga masyarakat tidak dirugikan 2 kali, seperti melakukan pembayaran rekening listrik dan membeli minyak genset setiap harinya.

Menanggapi hal itu, Andre, humas PT MEP, membenarkan adanya laporan masyarakat kepada pihaknya. Semula MEP membeli api dari Pangkalan Balai dengan cara system curah dan untuk antisipasi selanjutnya maka PT MEP mengadakan kerja sama dengan PLN Jambi.

“Karena itu tugas dan tanggung jawab pemerintah, maka kita akan berupaya untuk mengatasi dan mencari solusinya”, ungkap Andre. (bi)

Advertisement