Bangunan Pagar Kantor Kades Letang Buat Warga Sengsara

12.846 dilihat

MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Pembangunan lanjutan pagar kantor Kepala Desa Letang, kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin, membuat sengsara warga sekitar.

Pasalnya, pagar lanjutan sepanjang 129,50 M dengan ketinggian 1,55 M,  menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp 115.694.000. membuat beberapa warga, khususnya lima kepala keluarga di Rt 02 Rw 02 dusun II desa Letang, tepatnya dibelakan kantor Desa terisolir.

Advertisement

Jangankan untuk akses jalan kendaraan roda empat, keluar masuk kendaraan roda dua untuk menjalankan aktifitas sehari-hari juga kini sudah sulit. Untuk sementara warga terpaksa melalui jalan setapak ditengah-tengah tanah warga lainya.

Selain dapat mengisolir warga, bangunan lanjutan pagar itu diduga, hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Karna bangunan lanjutan pagar dengan ukuran  sepanjang 129,50 M dengan ketinggian 1,55 M,  ditaksir hanya memakan biaya sekitar 70 juta. Biaya itu sudah berikut upah.

Selain pagar, dua bangunan cor lapangan voli yang saat ini dikerjakan juga dinilai terlalu tinggi. Dua bangunan cor dengan amparan batu bata didalamnya, ditaksir hanya memakan biaya 60 juta. Namun didalam plang proyek, dua bangunan itu akan menghabiskan dana ADD Rp 154.188.000.

“Kami tidak menghalangi adanya pembangunan di desa kami, namun kami harap adanya pembangunan ini, tidak membuat kami malah sengsara. Sebab tidak punya akses jalan.” ucap Ujang (43) didampingi Hendri dan Saidi warga yang ada di belakang kantor desa itu, saat ditemui dikediamanya sabtu (08/02/15) malam

Menurut ujang dirinya sangat kecewa dengan kebijakan Kepala Desa, sebab sebelum dilakukan pemagaran keliling, beberapa warga yang ada dibelakang kantor desa tidak pernah diajak musyawarah terlebih dahulu.

“Kami taunya pas sedang ngukur-ngukur, saat akan dibuat pagar” imbuh ujang

Menurut Ujang, kekecewaan bertambah saat pagar telah berdiri. “Saat pagar akan dikerjakan, kami pernah memohon kepada Kepala Desa, agar desa memberikan sedikit tanah untuk dibuat akses jalan, namun ditolak. Dengan alasan sudah disesuaikan dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sehingga tidak bisa dirubah lagi”keluhnya

Karna kepala desa tidak memberikan solusi, lanjut Ujang pihaknya berencana akan mendatangi Bupati Banyuasin “Kami cuman minta akses jalan” tandasnya

Senada juga dikatakan Hendri. Menurutnya pihaknya akan terus memperjuangkan adanya akses jalan itu.

Menurut Hendri kepala Desa yang saat ini menjabat termasuk orang yang tidak mau mendengarkan keluhan masyarakat.Oleh karnanya pihaknya akan mengadukan nasibnya kepada Bupati Musi Banyuasi.”Kami yakin Bupati Pahri Azhari akan memberikan solusi. Sebab Bupati prorakyat. Begitu juga dengan wakil Bupatinya” tukasnya (Dk)

Kades Bantah Tidak Lakukan Musyawarah Dengan Warga

Advertisement