PALEMBANG, Buanaindonesia.com – Berbagai cara dilakukan dalam hari buruh Mayday, Kamis, (1/5) pukul 09.00 WIB. Di Sumatera Selatan (Sumsel), Sekitar tiga ratus buruh, yang tergabung di Konferederasi Aliasi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Aliansi Jurnalis Independen (Aji) di Palembang, berkumpul akan mengadakan aksi damai di Bundaran Air Mancur (BAM), depan Masjid Agung Palembang
Koordinator Aksi, Aryanto, para buruh Sumsel sengaja menggelar aksi damai dengan cara berjalan dari Sebarang Ulu II (SU II) menuju bundaran air Mancur depan Masjid Agung Palembang.
“Kita berkumpul di Lapangan Bola Patra Jaya Plaju menuju BAM,”ujarnya.
Selanjutnya Dia mengatakan, mereka berjalan sudah terbiasa turun ke jalan, seandainya menggelar aksipun, mereka pesimis suaranya akan didengar oleh pemerintah apalagi para pemangku kepentingan.
“Hari ini adalah hari kemenganan pekerja buruh sedunia,untuk itu para buruh tidak perlu bekerja. Perusahaan harus meliburkan seluruh karyawannya,”ujarnya.
Teguh Santosa, koordinator lapangan , mengatakan peringatan hari buruh sedunia (May Day) hari ini ada sepuluh tuntutan Rakyat (Sepultura) “Pertama, hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing, Kedua, tolak politik upah murah, berlakukan upah layak nasional, Ketiga, tolak PHK, union busting dan kriminalisasi anggota dan pengurus serikat buruh. Keempat, laksanakan hak-hak buruh perempuan dan lindungi buruh migran Indonesia. Kelima, jaminan sosial bukan asuransi sosial.
Keenam, tanah dan air untuk kesejahteraan rakyat. Ketujuh, tangkap, adili dan penjarakan pengusaha nakal. Kedelapan, stop privatisasi, bangun industri nasional untuk kesejahteraan rakyat. Kesembilan, pendidikan dan kesehatan gratis untuk rakyat. Kesepuluh, turunkan harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang memperingati Hari Buruh se-Dunia dengan menggelar aksi massa untuk mengusung sejumlah tuntutan, seperti tolak status jurnalis kontrak.
“Sampai kini nasib jurnalis di Indonesia masih memprihatinkan karena mayoritas berstatus kontrak sehingga jauh dari kesejahteraan,” ujar Darwin Syarkowi, Kamis (1/5) di Palembang.
Selanjutnya, Dia Mengatakan Mayday, menjadi momentum tepat untuk menuntut ke perusahaan media agar menyamakan status karyawan jurnalis menjadi pekerja tetap.
Aksi dilakukan di Bundaran Air Mancur Palembang dengan diisi orasi, teatrikal dan puisi serta dilengkapi poster dan spanduk tuntutan.







