
PALEMBANG, Buanaindonesia- Sesuai hasil survey dari salah satu lembaga mengatakan bahwa Korupsi Diindonesia saatini berada pada tingkat menghawatirkan. sudah melanda disetiap lini dari mulai para pejabat kelas besar hingga kecil seperti ditingkal kepala desa. Motifnya pun berbeda-beda dari mulai pengeluaran dana untuk sebuah proyek seperti yang santer akhir-akhir ini pada proyek wisma atlit dipalembang. hingga pengeluaran dana untuk sebuah kegiatan namun sama sekali tidak dikerjakan.
Terkadang sipejabat yang mempunyai peranan untuk menyalurkan dana Sudah bekerjasama untuk mengeruk keuntungan mereka. Menurut Informasi yang diperoleh media ini Sedikitnaya ada beberapa proposal yang telah dicairkan oleh pihak PT Pusri pada saat dua hari menjelang lebaran Idul Fitri yang baru lalu, namun sampai saat ini tidak jelas realisasinya.
Dana yang dicairkan oleh pihak PT Pusri dua hari menjelang lebaran idul fitri itu dua diantaranya datang dari dua RT Dikelurahan Satu Ilir Kecamatan Ilit Timut Satu Kota Madya Palembang Sumatra Selatan
Salah satu Sumber yang jati dirinya enggan disebutkan dimedia, beberapa waktu lalu menuturkan bahwa, Pada saat cairnya dana proposal dari PT Pusri tersebut Bapak Hendra selaku Lurah Ilir timur 1 hadir.
Selain itu kata sumber tadi didalam proposal yang cair itu bertandatangan Hendra Selaku Lurah Ilir Timur 1 selaku mengetahui serta dibubuhi cap kelurahan.
Hendra Mantan 1 Ilir yang saat ini menjabat lurah 2 Ilir saat dikompirmasi lewat ponselnya senin (07/11/11) membantah bahwa dirinya ikut hadir pada saat realisasi pencairan tersebut “kalau yang menandatangani mungkin iya” ungkapnya.
Menurutnya didalam proposal yang dibuat oleh warganya tersebut, dirinya hanya sebatas mengetahui, menandatangani dan membubuhkan cap Kelurahan “ masa saya harus melarang orang yang mau mengajukan proposal” ucapnya
“Saya tidak tau proposal itu direalisasikan atau tidak, saya juga tidak tau apakah dana itu cair atau tidak. Silahkan tanyakan kepada piak PT Pusri ” urainya
Masih menurut dia yang berperan didalam pencairan tersebut adalah pihak PT Pusri karna katanya sebelum pencairan proposal semestinya mereka harus melakukan survey terlebih dahulu
Sementara itu Fahrurozi yang saat proposal itu cair menjabat selaku menejer bina lingkungan ketika dikompirmasi lewat ponselnya mengatakan bahwa dirinya ingat mengenai proposal yang dimaksud “saya lupa nati kita cek terlebih dulu” pungkasnya (deni)







