Pihak Rumah Sakit Tak Membantah Terkait Pelayanan Yang Diduga Buruk

14.016 dilihat
Gedung Rumag Sakit Umum Dr Muhammad Husai Palembang (poto net)

PALEMBANG, Buanaindonesia- Piahak rumah sakit Umum Dr Muhammad Husain Palembang sampai saa ini belum membantah terkait pelayanan yang diduga buruk yang telah menganak tirikan pengguna jamkesmas. Salah satunya bernama Melti yang mengalami nasib menunggu berminggu-minggu untuk hanya sekedar mengetahui hasil EEG

“Saya tidak bisak kasih komentar apa-apa, karna yang punya wewenang untuk memberikan keterangan dirumah sakit ini adalah direktur” ucap yang mengaku bernama Ema diruang humas dirumah sakit itu selasa (08/11/11)

Advertisement

Menurutnya saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan apapun, karna pihak Direktur utama sedang dalam keadaan sakit, sementara pejabat-pejabat lain yang punya wewenang untuk  memberikan komentar seluruhnya sedang tidak ada ditempat “kalau kami tidak punya wewenang untuk memberikan komentar” ujarnya

Namun kata dia pihaknya akan secepatnya mengecek dan meyelusuri langkah demi langkah sesuai apa yang dikeluhkan oleh pengguna dari program jamsoskes tersebut. Akan tetapi dirinya belum bisa memastikan mengenai kapan waktunya memberitahukan kepublik ” kita akan cek terlebih dahulu kenapa bisa terjadi, apakah memang pekerjaan dari dokter saat itu sedang menumpuk atau dokternya sedang berhalangan” kelitnya

Masih kata Ema setelah keseluruhannya dicek maka dirinya akan langsung melaporkan kepada pihak atasanya yaitu direktur, mengenai apa penyebab dari lamanya proses untuk mendapatkan hasil EEG tersebut. “nanti pihak direktur yang memberi keterangan resminya dan Direktur nanti yang menentukan waktunya,  Silahkan tinggalkan nomor telpon saja nanti kita hubungi” lanjutnya

Sekedar mengingatkan bahwa Dirumah sakit itu Diduga telah menganak tirikan pengguna program jamsoskes yang  digaungkan oleh gubernur Sumatra selatan sebagai realisasi janji berobat geratis

Seperti yang dialami oleh melti dan beberapa pasien  pengguna layanan jamkesmas lainya yang terasa dianak trikan  pasalnya Melti harus menunggu hingga berminggu-minggu untuk sekedar mendapatkan hasil dari pemeriksaan diruangan EEG. Sementara ada beberapa pasien lain yang mengaku bukan pengguna jamsoskes,  untuk mendapat hasil EEG hanya memakan waktu satu atau dua ari saja.

Sementara itu salah satu Dokter disal sarap mengatakan bahwa penyebabnya lambatnya prodes hasil EEG itu adalah kolektif “kalau perbedaansih tidak. tidak ada beda, itu tergantung dari Dokternya,  ada yang lansung ditujukan ke konsulennya  dan langsung ke beliau (Dr ras red) itu yang biasanya cepet. Tapi kalau terhadap pasien jamkesmas biasanya secara kolektif. Karna  kolektif jadi menunggu banyak dulu baru dibaca” tukasnya (bi)

Advertisement