BUANAINDONESIA.CO.ID, SUMSEL- Olahraga Hockey di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bakal bangkit, saat ini Pengurus Federasi Hockey Indonesia (Pengprov FHI) Sumsel mulai menggalakan kegiatan cabang olahraga ke sekolah-sekolah menengah atas dan perguruan tinggi negeri dan swasta untuk pembinaan prestasi atlet dalam program jangka pendek, menengah dan panjang.
“Sekarang ini, menjaring dan membina atlet dengan cara membentuk klub-klub hockey di sekolah dan kampus perguruan tinggi,”kata Ketua Umum Pengprov FHI Sumsel, Eddy Rianto, kamis 28 September 2017,
Dikatakan, pembinaan cabang olahraga hockey di sekolah dan kampus perguruan tinggi ini selain mencari atlet muda berbakat juga untuk memasyarakatkannya, olahraga hockey
“Hockey di Sumsel ini belum banyak yang tau, untuk itu tugas kita, agar bisa dikenal masyarakat sehingga dan bisa disenanginya,”ujarnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumsel mengakui pola pembinaan atlet di Sumsel, khususnya hockey selama ini kurang dapat perhatian dari pemerintah daerah dan KON.
Fakta nyata, infrastruktur olahraga di Sumsel ini sudah bertaraf internasional di kawasan olaharaga Jakabaring.
“Jangan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 saja, “bae”, bina atlet-atlet juga,”tegasnya.
Menurut Anggota DPRD Sumsel Komisi V kecewa, kita memiliki infrasruktur olahraga bertaraf internasional, tapi pola pembinaan atlet yang dilakukan pemerintah daerah dan KONI sangat minim.
Selayaknya, kelengkapan infrastruktur pendukung itu seharusnya sejalan dengan pembinaan atlet.
“Tidak Hebat, kalau Sumsel ini hanya sebatas penyelenggara atau tuan rumah berbagai even nasional dan internasional, tanpa melakukan pembinaan atlet,”ujar.
Dampak pembinaan, atlet Sumsel membelas Provinsi lain. “Ada atlet hockey Sumsel bela Kontingen Papua,”katanya.
Oleh karena itu, Eddy meminta pengurus Hockey Sumsel agar bahu membahu dan saling mendukung untuk menghidupkan FHI dan program pembinaan atlet, agar prestasinya masa mendatang bisa lebih baik dari sebelumnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov FHI Sumsel Mahendra Adi Saputra menambahkan, selama ini para atlet hockey Sumsel berlatih di lapangkan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, meski lapangan tersebut tidak standar atau bergelombang.
Menurut dia, kurangnya minat masyarakat menggemari cabang olahraga Hockey karena biaya cukup mahal
“Peralatan pelindung dan sticknya mahal,”pungkasnya








